Setya Novanto Tantang Pendekar-Pendekar Hukum Papua

Ketua DPR RI, Drs Setya Novanto Ak MM, di Manokwari, Rabu (8/2).
Ketua DPR RI, Drs Setya Novanto Ak MM, saat tiba di lokasi kualiah umum di STIH Manokwari, Rabu (8/2)

MANOKWARI — Ketua DPR RI, Drs Setya Novanto Ak MM, menantang lahirnya pendekar-pendekar hukum baru dari Tanah Papua. Mereka diharapkan bisa menjaga kedaulatan NKRI di masa-masa depan.

“Saya harap para mahasiswa STIH bisa jadi pendekar-pendekar hukum masa depan,” ujar Setnov, sapaan akrabnya, saat memberi kuliah umum Pelatihan Kepemimpinan Dasar Mahasiswa dengan tema Mahasiswa Pemimpin Masa Depan, di Kampus STIH Manokwari, Rabu (8/2) sore.

Setnov yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar itu menegaskan, Indonesia butuh sangat banyak pendekar hukum dalam perjanjian nasional dan internasional.

“Kita sering kalah. Saat ada sengketa pulau-pulau terluar, kita kalah di perjanjian internasional. Ini tantangan kita. Tantangan bagi mahasiswa STIH Manokwari untuk bisa mengatasinya ke depan,” tegas Setnov.

Setnov hadir dalam kegiatan itu dengan didampingi, antara lain, personil DPR RI Komisi IV asal Dapil Papua Barat, Robert Kardinal, Pimpinan Komisi VII DPR RI Setya Yudha, personil Komisi II DPR RI Markus Nari, dan Nurul Arifin staf khusus Setnov.

Dalam kuliah umum yang turut dihadiri Ketua PG PB, Rudi Timisela itu, RI 6 menegaskan mendukung sepenuhnya pembangunan di Tanah Papua. “Saya dukung penuh pengalokasian anggarannya di DPR,” ungkapnya, disambut applause meriah Ketua Yayasan STIH Manokwari Petrus Makbon, Ketua STIH Manokwari Filep Wamafma SH MHum CLA, dan seluruh hadirin.

Setnov menyatakan Tanah Papua, khususnya Papua Barat, memiliki potensi sangat besar. Untuk itu, dia berharap para mahasiswa STIH Manokwari bisa melanjutkan pendidikan mereka di Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) Akamigas di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. STEM Akamigas merupakan sekolah kedinasan di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Baca Juga :
Badan Komunikasi Anggota DPR/DPD Papua-Papua Barat Terbentuk

“Dari situ saya berharap akan lahir para pendekar hukum yang bisa membantu meningkatkan pembangunan Papua Barat, seperti yang ada di BP (British Petroleum) Tangguh di Teluk Bintuni,” tuturnya.

Setnov mengakhiri kuliah umumnya dengan mengatakan,: “Bangsa yang kuat adalah bangsa yang ditopang anak muda yang kuat, yang menguasai ilmu pengetahuan, dan memiliki etos kerja tinggi.”

Dari Manokwari, Setnov dan rombongan terbang ke Ambon. Di sana Setnov dijadwalkan bertemu Presiden Joko Widodo, yang akan menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional.(dixie)