Robert Kardinal Bantu Korban Luka Bakar, Besok ke RSCM Jakarta

Robert J Kardinal
Ketua Yayasan STIH Manokwari Petrus Makbon mengalungkan noken pada anggota DPR RI dapil Papua Barat, Robert Kardinal di Manokwari, 8 Februari lalu. Tampak pula Ketua Umum DPP PG Setya Novanto.
Respek. Tokoh masyarakat Papua Barat, Robert J Kardinal, tersentuh hatinya untuk membantu meringankan beban Titin Yuliani.
Ibu ini menderita luka bakar sangat parah yang tak kunjung sembuh, karena ketidakmampuan untuk membayar biaya pengobatan.
Kondisinya tersebar di media sosial. Berbagai pihak pun menunjukkan keprihatinan. Ada yang gotong royong mengumpulkan dana untuk membantu beban Titin.
Kabar ini sampai ke Kardinal. Pria yang juga anggota DPR RI dari daerah pemilihan Papua Barat ini menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan Titin di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo di Jakarta.
“Iya. Sepenuhnya,” ujar Kardinal, menjawab papuakini.co via ponselnya, Rabu (1/3).
Dia menegaskan bantuan ini jangan diartikan atau disalahpahami sebagai hal yang lain-lain.
“Mohon dipahami, ini bantuan kemanusiaan. Jangan kaitakan dengan hal-hal lain,” tutur pria yang juga Bendahara Umum DPP Partai Golkar ini.
Titin rencananya akan diterbangkan ke Jakarta Kamis (2/3) besok. Keberangkatannya dari Manokwari diatur Victor May.
“Ibu Titin akan didampingi ahli bedah yang menanganinya di RSUD Manokwari, suster kepala ruangan yang selama ini merawatnya, dua orang anggota keluarga, dan Robert Kardinal,” jelas Victor saat dihubungi terpisah via ponselnya.
Sejumlah pemuka masyarakat dan pemerintahan sebelumnya sempat menjenguk Titin di rumah sakit. Antara lain, Wakil Bupati Manokwari Edi Budoyo dan Kapolres Manokwari AKBP Christian R Putra.
Titin yang kelahiran 1 Februari 1991 ini datang  dari Jawa ke Manokwari medio Oktober 2016 lalu, bersama suaminya, Hari Prasetyo, dan seorang anaknya.
Medio November lalu bencana datang saat dia terbakar ledakan kompor minyak. Dia mengalami luka bakar di dada kiri kanan, seluruh perut, paha kiri kanan, tangan kiri kanan dan sebagian wajah.
Dia lalu dimasukkan ke RSUD Manokwari. Tapi, dia memaksa pulang dari RSUD medio Desember lalu karena keterbatasan keuangan. Luka bakarnya dirawat sendiri di rumah selama sekira 2 pekan.
Karena kondisinya tak membaik, dia balik lagi ke RSUD pada 28 Desember 2016 lalu. Dia lemas dan kesakitan karena luka bakar Grade II atau sekira 75%.(dixie)
Baca Juga :
Atururi Teken Pemekaran Provinsi Papua Barat Daya