Gubernur Papua Barat Bahas Potensi Maritim Dengan Dubes AS

Penjabat Gubernur Papua Barat Eko Subowo bersama Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr, dalam pertemuan di Sorong, Rabu (8/3) malam. (foto: ist)

Amerika Serikat Kucurkan Ratusan Miliar

Potensi maritim merupakan salah satu kekayaan utama Papua Barat. Hal ini jadi topik bahasan pertemuan Penjabat Gubernur Papua Barat, Eko Subowo, dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr, di Sorong, Rabu (8/3) malam.

Salah satunya terkait pelaksanaan program Sustainable Ecosystems Advanced (SEA) yang akan digelar AS melalui USAID. Papua Barat merupakan satu dari tiga provinsi, bersama Maluku dan Maluku Utara, yang menjadi lokasi utama dan target program tersebut.

Program dengan total pendanaan US$ 33 juta, sekira Rp445,5 M dengan kurs 1 US$ = Rp13.500 itu digelar secara bertahap sampai 2021 mendatang.
Dari total dana tersebut, 30% dialokasikan untuk nasional dan sisanya untuk tiga provinsi target tersebut.

Duta Besar Amerikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr memakai mahkota adat, disaksikan Pejabat Gubernur Papua Barat, Eko Subowo.

Program yang terkait erat dengan produksi ikan Indonesia ini bertujuan, antara lain, sebagai peningkatan upaya konservasi  dan pemanfaatan sumber daya kelautan yang berkelanjutan, melalui perbaikan pengelolaan sumber daya perikanan dan meningkatkan pengelolaan kawasan konservasi perairan yang efektif, untuk meningkatkan keberlanjutan produktivitas perikanan, ketahanan pangan, dan mendukung terciptanya mata pencaharian yang berkelanjutan di wilayah target.

Pertemuan dari sekira pukul 19.00-21.00 yang turut dihadiri Walikota Sorong Lambertus Jitmau, Kadis Perikanan dan Kelautan Papua Barat, dan Kadis Pariwisata Sorong itu diwarnai pertukaran cinderamata Gubernur dengan Dubes.

Dalam pertemuan itu terungkap bahwa Indonesia merupakan pusat keanekaragaman hayati laut. Terdapat 76% jenis karang dan 37% jenis ikan karang dunia. Kenekaragaman hayati laut ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan dan keberlanjutan ekosistem laut, agar dapat bertahan dan beradaptasi terhadap perubahan ekologi akibat iklim atau kegiatan manusia.

Jamuan makan malam untuk Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr.

Indonesia juga tercatat sebagai negara penghasil ikan laut terbesar kedua di dunia pada tahun 2012 dengan hasil produksi perikanan laut sebesar 5,4 juta ton.

Baca Juga :
Kapolda Perintahkan Brimob Sterilisasi 9 Titik Sebelum Sholat Id

Di sisi lain, perikanan di Indonesia banyak mengalami kelebihan tangkap dan dalam kondisi menurun. Untuk mempertahankan agar produksi perikanan Indonesia tetap stabil atau bahkan meningkat tanpa memberikan dampak buruk bagi ekosistem laut, penting bagi semua pihak untuk bekerja sama dalam meningkatkan pengelolaan perikanan berbasis  ekosistem, terutama di wilayah laut yang penting secara biologis. Hal ini akhirnya akan mendukung ketahanan pangan dan ekonomi Indonesia.

Pembahasan ilmiah tentang SEA akan dilanjutkan dalam Workshop Koordinasi Rencana Kerja Konservasi Perairan Papua Barat, Kamis (9/3) di Swiss Belhotel Sorong.(dixie)