Muslim Bersedekah di Panti Asuhan Kristen, Nasrani Berbagi Kasih di Panti Asuhan Islam

Angkatan 1996 SMAN 1 foto bareng di Pantai Undi, Masni, Selasa (28/3)

Indahnya Kebersamaan dan Toleransi Angkatan 96 SMAN 1 Manokwari

Gaung toleransi dan kebersamaan bergema kencang dalam Bakti Sosial (Baksos) dan Touring Angkatan 1996 SMAN 1 Manokwari. Ini terlihat saat pembagian berkat dan kasih di dua panti asuhan di Manokwari, Selasa (28/3).
Di panti asuhan pertama yang dikunjungi, Panti Asuhan Kristen Fajar Timur, di Desa Mubri, Pantura, Distrik Manokwari Utara, penyerahan bantuan dilakukan alumni  dari kalangan Muslim, di tempat yang satu kompleks dengan Gereja Pantekosta di Papua (GPdP) Doulos itu.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=1iUP507P_i8[/embedyt]
Bantuan di PA Fajar Timur ini diserahkan langsung pada  pada anak-anak panti asuhan, disaksikan Pimpinan PA, F Ronsumbre dan Louisa Inarkombu.
Sebaliknya, di panti asuhan kedua, Yayasan Baitul Amin, di SP4, Distrik Prafi, penyerahan dilakukan lulusan dari kalangan Kristen.
“Ini adalah wujud toleransi antar umat beragama di antara kita,” ujar Anneke Iriandayani dalam penyerahan bantuan di PA Kristen Fajar Timur.
Hal itu juga dikatakan dan didoakan Pdt Nita Sopacua S.Si Teol di pelataran mesjid Baitul Amin, dalam kegiatan yang merupakan bagian dari perayaan HUT ke-50 SMAN 1 Manokwari itu.
Di sana, bantuan juga diserahkan langsung pada anak-anak panti asuhan, disaksikan Ketua Mesjid Baitul Amin, Mumu Mulyana S. Ag, dan Haji Mul.
Menurut Marten Yewun, koordinator kegiatan yang diikuti sekira 50 orang angkatan 1996 tersebut, termasuk yang datang dari Jakarta dan Kalimantan, bantuan yang diserahkan berupa uang tunai, alat tulis menulis, dan bahan makanan.
“Semuanya hasil urunan dan kerelaan angkatan 1996 SMAN 1 Manokwari. Ini adalah kebersamaan kita semua tanpa peduli suku, agama, dan latar belakang. Untuk menepis isu-isu dari kelompok-kelompok anti kebersamaan yang sedang marak belakangan ini,” tuturnya.
Ini juga ditegaskan Rudi Timisela. Legislator Papua Barat ini menegaskan, ini bukti nyata bahwa persatuan dan kesatuan NKRI itu dipegang erat warga Indonesia.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Sqm9JTWgVYc[/embedyt]
“Kita kabarkan ke dunia persatuan dan kesatuan Indonesia. 21 tahun lalu saat kami di sekolah, tak ada namanya kondisi seperti saat ini,” tegasnya.
Dalam perjalanan menuju dua lokasi tersebut, rombongan yang berkumpul di rumah Timisela sempat rehat sejenak di Pantai Undi, Masni, yang memiliki pemandangan indah.
Setelah itu, seperti diberitakan sebelumnya, rombongan merayakan HUT ke-40 dua rekan mereka, Erwin Saragih SH dan Sena Aji Dwihandoko, di tempat wisata pemancingan SP2.
Dari sana, rombongan bertolak ke kediaman seorang rekan angkatan 1996 yang telah meninggal dunia, M Yasim. Di sana mereka pun memberi bantuan yang diserahkan ke Rina Haryanti.
Selanjutnya rombongan mendatangi dua kediaman guru purna tugas SMAN 1 Manokwari, sekaligus menyerahkan bantuan. Masing-masing guru geografi S. Limbong di Sowi III, Marampa, dan Dahlan Rafid, guru ketrampilan dan pendidikan jasmani di Reremi Pemda.
“Menemui guru purna tugas ini merupakan bentuk terima kasih kami pada mereka. Karena para guru kami-kami ini  bisa seperti sekarang ini,” ungkap Yewun.
Dia berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan oleh alumni SMAN 1 Manokwari lainnya, baik angkatan senior maupun junior.(dixie)
Baca Juga :
Gubernur Harap Majalah Kasuari Inovasi dan Jurnal Ilmiah Igya Ser Hanjop Makin Majukan Papua Barat