“Seleksi Casis Polri Tanpa Imbalan. Kalau Ada, Maka Itu Bohong.”

Seleksi Casis
Kepala Biro SDM Polda Papua Barat, AKBP Yohanes Ragil (kanan), didampingi Sekretaris Biro SDM, AKBP Andriano Ananta, SIK di sela seleksi berkas Casis Polri Polda PB di GOR Sanggeng, Selasa (18/4).

Dispensasi Tinggi Badan untuk OAP

Panitia seleksi calon siswa Polri menegaskan sama sekali tidak ada imbalan apapun dalam seleksi tersebut.

“Panitia tidak meminta imbalan apapun. Kalau ada berita mengenai panitia yang menerima imbalan, maka itu bohong,” ujar Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Kabiro SDM) Polda Papua Barat, AKBP Yonhanes Ragil.

Pernyataan ini dilontarkannya di sela seleksi kelengkapan berkas para Casis di GOR Sanggeng, Selasa (18/4).

Seleksi berkas tahap pertama itu dilakukan pada 1.185 Casis. Mereka terdiri dari 73 Akpol (67 pria, 6 perempuan), 269 tamtama, dan 843 bintara.

Pemeriksaan hari ini dikhususkan untuk para pelamar Akpol dan Tamtama.

Suasana seleksi berkas Casis Polri Polda PB di GOR Sanggeng, Selasa (18/4).

Panitia seleksi memeriksa berkas dengan bantuan Dinas Pendidikan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Kanwil Kementerian Agama. Kelengkapan berkas lainnya ditangani panitia seleksi,” jelasnya.

Sekretaris Biro SDM Polda Papua, AKBP Andriano Ananta, SIK menambahkan, ada dispensasi untuk pelamar Casis orang asli Papua (OAP), khususnya dalam hal syarat tinggi badan.

“Syarat minimal 165 cm ditolerir sampai 163 cm untuk pria, dan 160 cm untuk perempuan jadi 158 cm,” jelasnya.

Pemeriksaan untuk Bintara dijadwalkan dilakukan Rabu-Jumat (19-21/4).

Seperti diberitakan papuakini.co sebelumnya, persaingan penerimaan casis ini sangat berat. Pasalnya, hanya 225 posisi yang tersedia. Persaingan terberat ada di Akpol. Satu kursi rata-rata diperebutkan 15 pelamar.(cpk4/Dixie)

 

Baca Juga :
Kadispora Papua Barat Ajak Hijaukan Catatan Merah Inspektorat