“Program KNPI Jangan Banyak-banyak”

Penabuhan tambur bersama-sama menandai pembukaan Raker I KNPI PB di bundaran lapangan Haji Ibrahi, Waisai, Raja Ampat, Rabu (19/4).

KNPI Papua Barat tidak usah membuat banyak program. CUkup sedikit tapi benar-benar bermanfaat untuk masyarakat dan terealisasi dengan baik.

Ini dikatakan Ketua Umum DPP KNPI, M Rifai Darus, dalam pembukaan Rapat Kerja (Raker) I KNPI Papua Barat di lapangan bundaran Haji Ibrahim, Waisai, Raja Ampat, Rabu (19/4).

Wakil Bupati Raja Ampat (kiri) Manuel Piter Urbinas berbincang dengan Ketum DPP KNPI M Rifai Darus, dalam pembukaan Raker I KNPI PB di Waisai, Raja Ampat, Rabu (19/4)/

“Cukup satu saja di masing-masing bidang. Ada sekitar 50 bidang, maka akan sebanyak itu program kerja prioritas. Ini yang saya lakukan di tingkat pusat,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi panitia yang melakukan pembukaan Raker di tempat terbuka seperti itu. Menurutnya, baru pertama kalinya Raker KNPI dilakukan di tempat terbuka. “Ini sangat baik, agar KNPI tidak dinilai eksklusif,” tegasnya.

Hadir dalam pembukaan ini, antara lain, Pejabat Gubernur Papua Barat diwakili Mathias Rumfabe, Ketua DPP KNPI Rifai Darus, Ketua KNPI Papua Barat Sius Dowansiba, Wakil Bupati Raja Ampat Manuel Piter Urbinas, dan Wakil Gubernur terpilih Papua Barat Mohamad Lakotani SH MSi, serta Caretaker Ketua KNPI Raja Ampat, Charles Imbir, ST M.Si.

Sementara itu, Ketua KNPI Papua Barat Sius Dowansiba terus menyuarakan agar pemuda di Papua Barat bisa bersatu tanpa perpecahan.

“Diharapkan dengan forum ini terbangun persepsi yang sama dalam berkontribusi membangun Papua Barat,” tegasnya.

Suasana pembukaan Raker I KNPI PB di Waisai, Raja Ampat, Rabu (19/4).

Dia kemudian menegaskan hanya ada satu KNPI, yaitu yang dipimpin Rifai Darus, pemuda asal Papua Barat. “Jika masih ada yang meragukan kepemimpinan ketua umum maka perlu dipertanyakan jiwa kepemudaannya,” tuturnya.

Raker dari 19-21 April 2017 ini dibuka Rumfabe dengan menabuh tambur.(cpk1/cpk2/dixie)

 

Baca Juga :
Polda Papua Barat Diminta Lidik Dugaan Korupsi Raja Ampat