Geger, Sumur Sempit Makan Korban, Petugas Basarnas pun Kelelahan

Petugas Basarnas ssaat mengevakuasi korban jatuh dalam sumur, Kamis (27/4) malam. (ist: Basarnas Manokwari.)

Catatan Redaksi: Berita diperbaharui dengan keterangan dari komandan lapangan Basarnas dalam proses evakuasi tadi malam.

Sebuah sumur di kawasan Swapen membuat dua petugas Basarnas harus dilarikan ke rumah sakit. Ini terjadi setelah mereka berupaya menolong warga yang belum diketahui identitasnya, yang terjatuh ke dalam sumur itu.

Menurut David Sawaki, seorang petugas lapangan, instansinya mendapat informasi ada seorang pria terjatuh ke dalam sumur sekira pukul 17.00, Kamis (27/4).

Korban pertama yang belum diketahui identitasnya itu ditolong oleh saudaranya. Naasnya, orang kedua yang juga belum diketahui identitasnya itu malah terperangkap dalam sumur.

Petugas Basarnas kemudian datang dan berupaya mengevakuasi korban kedua. Mereka menghadapi kesulitan karena diduga ada gas beracun dalam sumur berdiameter kecil itu denga kedalaman puluhan meter itu.

Petugas pertama, Buslin, yang berupaya mengevakuasi korban malah juga harus ditolong. Saat petugas itu dievakuasi, dia dalam kondisi susah bernafas, lemas, dan tak sadarkan diri, lalu dilarikan ke rumah sakit.

Hal serupa menimpa Kurvausi, petugas kedua Basarnas, yang masuk ke dalam sumur. Kondisinya tak separah petugas pertama karena cepat ditolong, dan dibawa ke rumah sakit.

Sekira pukul 23.00, menurut warga, Basarnas berhasil mengevakuasi korban. Warga menduga sumur yang dalam tersebut mengandung gas-gas beracun.

 

BUKAN GAS

Sementara itu, Muhammad Hairul Basyar, yang merupakan komandan tim dalam operasi evakuasi itu, dalam keterangannya ke papuakii.co menyatakan, dua petugas tersebut tidak menghirup gas beracun seperti dugaan warga.

“Mereka kelelahan, bukan karena pengaruh gas dari dalam sumur. Kelelahan terjadi karena sumur yang sempit dan dalam,” jelasnya.

Kedua petugas Basarnas yang tak kenal pamrih itu kondisinya sudah pulih dan sudah ke luar dari rumah sakit Jumat (28/4) pagi tadi.

Baca Juga :
Basarnas Dapat 2 Kapal Baru Canggih di HUT 48

Hairul juga menjelaska dalam melakukan evakuasi itu personil Basarnas menggunakan alat yang sesuai untuk kondisi seperti itu, yaitu Self Contains Breathing Apparatus.(cpk2/Dixie)