Dandim: Fakta Sejarah, NKRI Harga Mati

Mari Sama-sama Bangun Tanah Papua Makin Maju

Pemkab Manokwari menggelar Upacara Peringatan ke 54 tahun kembalinya Papua ke NKRI. Upacara itu berlangsung di lapangan Borarsi Manokwari, Selasa (2/5) pagi tadi. Kodim 1703/Manokwari dipercaya sebagai panitia dalam pelaksanaan tahun ini.

Selain itu, upacara ini juga dimeriahkan oleh sosiodrama yang dibawakan sanggar Papua Bangsawan binaan Kodim 1703/Manokwari, yang menceritakan sejarah singkat perjuangan TNI/Polri membebaskan Irian Barat dari tangan penjajah untuk kembali bergabung ke NKRI.

 

Dandim 1703/Manokwari, Letkol Inf Andy Parulian

Sosiodrama ini juga diiringi atraksi drone yang membawa pamplet pejuang Papua serta bendera merah putih. 10 drone diterbangkan dalam atraksi ini oleh komunitas drone Manokwari.

Dandim 1703/Manokwari, Letkol Inf Andy Parulian, yang dikonfirmasi usai upacara mengatakan, Papua kembali ke NKRI itu merupakan fakta sejarah. Jadi kalau ada pihak yang menyeberang baik politik maupun bersenjata dengan menjanjikan PBB akan datang membantu merdekakan, maka itu tidak benar.

“PBB yang mana? Papua kembali ke NKRI itu adalah putusan PBB,” ungkapnya.

 

Kebersamaan Dandim dan Kapolres

Parulian kemudian mengimbau agar saudara saudara yang masih ingin memisahkan diri untuk hentikan keinginan itu.

“Dalam nama Tuhan Yesus, anda keliru. Segeralah sadar. Bangun Papua untuk semakin maju,” ungkapnya.

Parulian juga meminta agar tahun tahun ke depan, upacara peringatan 1 Mei harus menjadi darah daging untuk masyarakat Papua, demikian juga anggaran tahunan dari pemerintah.

“Masyarakat harus tahu, 1 Mei itu hari bersejarah. Bukan bergabung, tapi kembali ke NKRI. Ini bukan kepentingan aparat, ini hari kita semua. Harus dianggarkan setiap tahun dan harus lebih besar dari perayaan lainnya. Karena ini hari bersejarah,” ungkapnya.

“Apa yg mereka perjuangakan selain kembalinya Papua ke NKRI. apakah mereka tidak mengerti sejarah, atau mendapat doktrin sejarah yang salah?” tandasnya.(Enjo)

4 COMMENTS

  1. Itu bukan Momen Gerejawi, harap saudara2 pers dan Radaktur paham soal itu, Kami tidak ingin di sadarkan dengan cara demikian. Anda keliru. Kalian jangan Aneksasi kebenaran lagi…