Genjot Jumlah Profesional Melek Pasar Modal, TICMI Gelar Tes di 27 Kota

The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) menggelar seleksi tertulis Capital Market Professional Development Program (CMPDP) serentak di 27 Kota, termasuk Manokwari, 3-4 Juni 2017.

Demikian siaran pers Direktur Utama TICMI, Mety Yusantiati, Sabtu (3/6).

Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan literasi masyarakat Indonesia terhadap pasar modal, yang masih tertinggal jauh dibanding 5 industri jasa keuangan lainnya di Indonesia yang sekitar 4,4%, sekaligus menjadikan pasar modal Indonesia yang terbaik setidaknya di ASEAN pada 2020 nanti.

“Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2016, baru sekitar 29,66% penduduk Indonesia yang memiliki kategori well literate atau melek pengetahuan keuangan,” ungkapnya.

Tingginya kebutuhan literasi ini dikarenakan pasar modal merupakan salah satu indikator utama perekonomian suatu negara.

“Berkembangnya pasar modal di suatu negara menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan perekonomian di negara tersebut. Berkembangnya pasar modal akan mendorong pula kemajuan ekonomi negaranya,” tuturnya.

Masih terbatasnya jumlah profesional pasar modal itu merupakan salah satu faktor yang membuat belum maksimalnya jumlah investor maupun perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia.

CMPDP adalah program PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Program CMPDP pertama kali diluncurkan dalam pembukaan Investor Summit and Capital Market Expo 2015 pada 9 November 2015 lalu.

Program CMPDP tahun 2016 sukses menarik antusiasme para calon profesional pasar modal terbukti dengan diikutinya seleksi awal oleh lebih dari 4.200 calon peserta dari seluruh Indonesia dan bahkan dari luar negeri.

Pada tahun 2017 ini, jumlah pelamar CMPDP sekitar 4800 calon peserta.

Peserta yang lulus tes tertulis akan mengikuti serangkaian tes lainnya, sampai dengan terpilihnya peserta terbaik, yang akan mengikuti 12 bulan program pengembangan, dan 6 bulan on the job training.

Baca Juga :
Harga Cabai Merah Bintuni Meroket 60 Persen

Nantinya setiap lulusan CMPDP akan ditempatkan untuk bekerja di Self Regulatory Organization (SRO) seperti BEI atau afiliasinya.

“Dengan semakin banyaknya ketersediaan tenaga profesional di SRO, diharapkan dapat semakin menumbuhkembangkan industri pasar modal dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga mimpi pasar modal Indonesia untuk menjadi yang paling besar di kawasan Asia Tenggara maupun Asia dapat terwujud di masa depan,” tandasnya.(***/dixie)