Yongjing, Angkat Bendera Putih Kalau Sudah Tak Mampu!

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan berbincang dengan Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan, usai pertemuan multi pihak terkait operasi PT Yongjing Investindo di SP 2 Prafi, di kantor gubernur, Sabtu (3/6).

Gubernur Minta Warga Jangan Terprovokasi

PT Yongjing Investindo diminta dengan tegas menyatakan masih mampu atau tidak untuk melanjutkan usaha perkebunan sawit mereka di dataran Warpramasi (Warmare, Prafi, Masni, Sidey).

Jika memang sudah tidak mampu, maka perusahaan itu diminta segera menyerahkan lahan itu ke Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Manokwari untuk dicari solusi lain.

“Pemerintah daerah akan mencari investor kelapa sawit lain berusaha di dataran Warpramasi, jika PT Yongjing Investindo tidak mampu melanjutkan kegiatan di sana, karena nafkah masyarakat di Warpramasi sebagian besar tergantung dari pekerjaan ini,” ujar Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dalam pertemuan multi pihak terkait lahan itu di kantor gubernur, Sabtu (3/6)

Sementara itu, salah satu pemegang saham PT Yongjing Investindo, Edy Shou mengatakan, perusahaan kelapa sawit ini milik dua orang, sehingga dia belum bisa mengambil keputusan.

“Terkait dengan keputusan Pak Gubernur tadi, saya sudah koordinasi untuk berikan saya waktu 2 minggu untuk mengambil keputusan melanjutkan aktivitas di dataran Warparmasi atau tidak” tutur Edi.

Pertemuan ini turut dihadiri pemilik hak ulayat, karyawan/pekerja PT Yongjing, tokoh masyarakat setempat, Gubernur Papua Barat bersama sejumlah pimpinan OPD, dan Bupati Manokwari.

Lebih lanjut, Gubernur meminta warga di lahan perkebunan sawit PT Yongjing Investindo, Prafi, Manokwari, Papua Barat, untuk menyerahkan penyelesaian lahan tersebut pada Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut pembukaan palang ke lahan perkebunan sawit itu oleh Gubernur pada 24 Mei lalu. Seperti diberitakan papuakini.co sebelumnya, sejumlah warga meminta agar perusahaan yang menerapkan pola plasma dan intu beroperasi lagi.

Gubernur dalam pertemuan itu juga mengatakan masyarakat petani dan pemilik hak ulayat belum kompak.

Baca Juga :
Danamon Poles Taman Kota Raja

“Pemerintah tidak akan membiarkan petani maupun karyawan. Kita sama-sama cari solusi terbaik, agar petani atau masyarakat tidak dirugikan. Jangan sampai terprovokasi. Percayakan pada pemerintah,” tegas Gubernur, lalu mengatakan Pemprov akan menyurati para pemilik saham PT Yongjing Investindo.

Sementara itu, Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan pada papuakini.co mengatakan manajemen Yongjing harus diperbaiki. “Manajemennya dulu perlu dibenahi. Kira- kira seperti apa, supaya diperbaiki dengan baik,” tutur Bupati.(cpk1/dixie)