BMW Ingatkan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan Indonesia

Anggota MPR, sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Dr. Michael Wattimena, SE, MM (tengah) saat mensosialisasikan Empat Pilar di Ruang Pertemuan Kampung Mansaburi, Distrik Masni SP-8, Kabupaten Manokwari, Selasa (13/6).

Anggota MPR, sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Dr. Michael Wattimena, SE, MM, gencar mensosialisasikan tentang Empat Pilar Kebangsaan Indonesia (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika).

Kali ini dilakukan di Ruang Pertemuan Kampung Mansaburi, Distrik Masni SP-8, Kabupaten Manokwari, Selasa (13/6).

Dalam rangkaian kunjungan kerja ini dilaksanakan Acara Sosialisasi DAPIL MPR tentang 4 PILAR Kebangsaan Indonesia, bertempat di Ruang Pertemuan Kampung Mansaburi, Distrik Masni SP-8, Kabupaten Manokwari.

Acara yang dihadiri masyarakat Kampung Mansaburi dan sekitarnya itu dibuka Kepala Kampung Mansaburi, dilanjutkan dengan pemaparan oleh Michael Watimenna, didampingi Frengky Awom, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manokwari.

Dalam pemaparannya, Wattimena yang akrab disapa Bung Michael Wattimena (BMW), menyoroti pentingnya pemahaman yang utuh bahwa Pancasila adalah dasar dan falsafah negara, sebagaimana
diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

BMW juga menjelaskan tentang amandemen UUD yang dilakukan pada 1999, 2000, 2001, dan 2002, yang memberi implikasi cukup fundamental pada struktur kenegaraan Indonesia.

Bila dulu MPR, yang personilnya adalah anggota DPR RI dan DPD RI, adalah lembaga tertinggi negara, maka, seiring empat amandemen itu, posisi menjadi lembaga tinggi negara yang setara dengan Presiden dan DPR RI.

BMW juga membahas tentang peran dan partisipasi daerah semakin dituntut dalam pembangunan nasional seiring era otonomi daerah.

Otonomi, ingat BMW, diberikan ke pemerintah daerah untuk mengurus daerah masing-masing, dengan tetap memperhatikan pendelegasian kewenangan oleh pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

“Pemaknaan pemerintah daerah ini semakin diperkaya dalam stuktur ketatanegaraan pasca amandemen, yakni dengan ditempatkannya kepala daerah, yaitu para bupati, walikota, dan gubernur), sejajar dengan DPRD sebagai satu kesatuan pemerintahan di daerah. Untuk itu, perlu adaa sinergisme horizontal di daerah antara DPRD dan pemerintah daerah,” tutur BMW, diiyakan Frengky Awom.

Baca Juga :
4 Satker Kodam XVIII/Kasuari Dapat Penghargaan DJA PB dan KPPN Manokwari

Setelah penyampaian materi, warga yang hadir diberi kesempatan untuk merespons dengan melontarkan pertanyaan maupun menyampaikan aspirasi mereka.

Tanggapan warga beragam. Mulai dari sangat tolerannya kehidupan beragama di Kabupaten Manokwari, khususnya dibanding dengan yang belakangan ini terjadi di ibukota.

Warga SP-8 saat bertanya dalam sosialisasi Empat Pilar.

Kondisi itu membuat warga bertanya apakah masyarakat ibukota sudah tidak toleran antara sesama pemeluk agama, sehingga melakukan aksi-aksi penghujatan terhadap sesama anak bangsa yang bebeda agama dan keyakinan iman?

BMW merespons dengan cermat dengan sesekali diiringi senda gurau yang memancing tawa warga, serta ilustrasi yang dapat dipahami dan dicerna dengan mudah oleh warga.

Selain itu, warga juga meminta BMW untuk memperhatikan perbaikan lingkungan pertanian mereka yang gagal panen akibat bencana banjir.

Setelah acara sosialisasi dan foto bersama dengan warga, BMW didampigi tenaga ahli anggota DPR RI, Izaac Litaay, bersama rombongan diundang meninjau dan melihat langsung kondisi kali dan saluran air (irigasi) yang rusak diterjang banjir.(*/dixie)