Didenda 13,29 Triliun, Takata, Produsen Airbag Ferrari, Mercy, BMW Pailit

Ferrari yang kena getah skandal Takata adalah tipe MY California produksi 2009-2011 dan MY 458 Italia produksi tahun 2010-2011.

Takata Corporation (Takata Kabushiki Gaisha), produsen airbag untuk tak kurang dari 34 perusahaan pembuat mobil di dunia, mengajukan pailit ke pengadilan Amerika Serikat dan Jepang, Senin (26/6).

Pangajuan pailit ini tak lepas dari denda USD 1 M, sekira Rp13,29 triliun yang diterima Takata dari pengadilan AS, menyusul skandal airbag yang melandanya.

Takata juga menghadapi berbagai tuntutan hukum lainnya di AS, serta gugatan 1 triliun Yen, sekira Rp110,393 triliun.

Skandal tersebut membuat recall (penarikan) ratusan juta mobil, termasuk 70 juta di AS, berbagai merk mobil yang menggunakan Takata sejak 2007 lalu sampai sekarang. Ini adalah recall terbesar dalam sejarah permobilan.

Banyak airbag yang mereka produksi menghasilkan tekanan terlalu tinggi, yang membuat airbag bocor dan melontarkan serpihan logam dari setir tempat airbag terpasang saat terjadi tabrakan. Akibatnya, sekira 14 kematian dan lebih dari 180 cedera di seluruh dunia terbukti terjadi akibat airbag produksinya.

Takata yang berbasis di Jepang itu memiliki puluhan pabrik di empat benua. Per 9 Desember 2016 lalu, produknya dipasang di mobil-mobil produksi Acura, Audi, BMW, Cadillac, Chevrolet, Chrysler, Daimler Trucks North America, Daimler Vans USA LLC, Dodge/Ram, Ferrari, Fisker, Ford, GMC, Honda, Infiniti, Jaguar, Jeep, Land Rover, Lexus, Lincoln, Mazda, McLaren, Mercedes-Benz, Mercury, Mitsubishi, Nissan, Pontiac, Saab, Saturn, Scion, Subaru, Tesla, Toyota, dan Volkswagen (VW).

Buntut pailit ini, saingan Takata, sesama perusahaan asal Jepang tapi berbasis di Detroit, Amerika Serikat, Key Safety Systems (KSS), membeli semua aset Takata, kecuali yang memproduksi airbag. Takata dan KSS sepakat dengan harga pembelian USD 1,6 M, sekira Rp21,27 triliun.

Pengajuan pailit ini juga membuat perdagangan saham Takata (7312.T) di Tokyo Stock Exchange (bursa saham Tokyo) dihentikan. Saham perusahaan akan delisted (dikeluarkan dari bursa) pada 27 Juli 2017 mendatang. Dalam penutupan Jumat lalu harga saham Takata tercatat 160 Yen, sekira Rp19.110.(dixie)