Penembakan Di Deiyai, Pemerintah Daerah Ikut Bertanggung Jawab

Tokoh masyarakat Deiyai, Provinsi Papua, Yan Giyai S.Sos MT meminta masyarakat Papua tidak hanya menyalahkan kepolisian terkait kasus penembakan warga oleh oknum anggota Brimob di Kabupaten Deiyai, Papua.

Karena, menurutnya, penembakan tidak akan terjadi bila pemerintahan Kabupaten Deiyai berjalan dengan baik.

Saat ditemui PapuaKini.Co di Monas, Jakarta, Selasa (8/8) kemarin, Giyai mengatakan kejadian penembakan bermula ada warga yang harus dibawa ke rumah sakit. Namun perusahaan PT Dewa tidak meminjamkan mobilnya untuk membawa korban tenggelam itu ke Rumah Sakit di Enarotali, yang berakibat pada meninggalnya korban karena lambat dibawa ke RS.

“Kalau pemerintahan berjalan, Puskesmas diberikan fasilitas mobil ambulance dan dioperasikan dengan baik, maka warga tidak perlu meminjam mobil ke PT Dewa, tapi ini pemerintahan sampai dengan puskesmas tidak berjalan dengan baik, makanya masyarakat terpaksa meminta tolong pihak perusahaan,” ungkap pria yang juga akan maju menjadi Bakal Calon Bupati Deiyai itu.

Oleh karena itu, dia juga meminta agar Bupati dan seluruh jajarannya bertanggung jawab atas kasus penembakan yang terjadi di Deiyai.

“Pemerintahan di Deiyai sudah vakum empat bulan. Kantor Bupati tidak pernah buka, saya tidak tahu Bupati dan DPRD ada dimana,” klaimnya.

Dalam kesempatan ini, dia juga meminta agar Pemkab Deiyai segera mencari dokter umum dan spesialis untuk bertugas di Deiyai. (WaWi)

Baca Juga :
Endun dan Balka Bangga Bisa Ikut Upacara Di Istana Merdeka