Di Depan Ribuan Remaja dan Pemuda, AHY Nostalgia Masa Pacaran

AHY didaulat foto bareng dengan peserta Mimbar Pemuda Nusantara di Pacitan.(foto: ist/The Yudhoyono Institute.)

Cara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mendekatkan diri dengan kawula muda sangat efektif. Ini tampak kala Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) itu tampil di hadapan sekira muda-mudi Pacitan dalam Mimbar Pemuda Nusantara di Aneka Jaya Hall Pacitan, Minggu (20/8) pagi.

AHY bernostalgia tentang zaman pacaran dahulu. Dia bercerita mengenai pengalaman pribadinya, untuk menggambarkan perbedaan tantangan yang dihadapi generasinya dengan generasi muda sekarang.

“Sekarang zaman sudah semakin canggih, dengan adanya smartphone kita bisa mengetahui apa saja karena kemajuan teknologi. Banyaknya media sosial saat ini mempermudah kita memperoleh informasi,” tutur AHY, seperti dilansir siaran pers TYI.

“Sedikit-sedikit cek status, cek status temennya, cek status mantan, cek gebetan mantan yang baru, stalking mantan, bikin ngga bisa tidur. Betul ngga? Sementara dulu saya masih menggunakan pager, harus melalui operator untuk bilang aku kangen,” kenang AHY disambut sorak sorai peserta dari kalangan SMA, SMK, dan Sekolah Tinggi yang tersebar di Pacitan itu.

Nostalgia pacaran itu merupakan pintu masuk AHY untuk membahas tentang tantangan global yang dihadapi kawula muda.

Untuk menghadapi tantangan global yang semakin keras dan sengit, dibutuhkan generasi penerus yang siap dan tidak gagap ketika menghadapi perubahan itu. Oleh karena itu, TYI berupaya untuk menyiapkan generasi unggul Indonesia, yang memiliki 3 aspek.

Pertama, intellectual capacity and curiosity. Kapasitas intelektual dan rasa keingintahuan yang tinggi terhadap sesuatu). Kedua adalah karakter dan integritas yang baik. Dan ketiga, pembinaan yang efektif.

Usai ceramah, AHY diserbu ribuan pelajar untuk berfoto bersama. Teriakan-teriakan para siswi terdengar di dalam gedung kala mereka berhasil bertegur sapa dan berfoto dengan AHY.(***/dixie)

Baca Juga :
Fredy Thie dan Hasbullah Furuada Resmi Kantongi Rekomendasi Demokrat dan PAN