Kepala Suku Pegunungan Tengah di Manokwari, Diben Danggu Weya, mengatakan bahwa keamanan dan ketertiban di Papua Barat menjadi tanggung jawab bersama, terlebih bagi mahasiswa yang merupakan kaum intelektual.

Menurutnya, pemuda dan mahasiswa merupakan generasi penerus dan calon pemimpin yang harus mampu berperan menjaga Kamtibmas. Bukan sebaliknya, terlibat aksi demo yang melawan pemerintahan.

“Bekali ilmu pengetahuan dan belajar secara baik sehingga mampu berkontribusi untuk daerah ini,” pesannya.

Ketua Barisan Merah Putih Papua Barat, Leonardus Tuturop, berpandangan bahwa Indonesia adalah negara majemuk karena memiliki suku, budaya, ras, dan agama yang beragam.

Keberagaman itu, kata dia, menjadi satu kekuatan untuk terus mempertahankan kesatuan negara dengan tidak menimbulkan hal hal yang dapat menganggu Kamtibmas.

“Sebagai masyarakat, kita tidak perlu lagi terlibat dalam tindakan anarkis atau melawan pemerintahan. Yang dibutuhkan saat ini adalah peranan dan kontribusi nyata kita dalam pembangunan dan daerah,” ujarnya.

Terpisah, tokoh masyarakat yang juga Ketua Gerakan Merah Putih, H. Ismail Yenu, mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga kerukunan yang telah terjalin selama ini.

“Kamtibmas itu kuncinya hanya satu, yakni mempertahankan kesatuan dan persatuan. Dengan demikian, masyarakat dapat bekerja dengan tenang dan aman,” tuturnya.

Soal gerakan melawan hukum, menurut Yenu, itu hanya tindakan merugikan diri sendiri. “Mari kita jaga kedamaian dan kerukunan yang telah terjalin baik ini di Papua Barat khususnya Manokwari ini,” tandasnya.(njo)