Lima Oknum Pelajar Terjaring Razia, Ultimatum Pengusaha Billiard dan PlayStation

Lima oknum pelajar SMP dan SMA terjaring razia Satpol PP Kaimana. Mereka terjaring razia pada saat sedang bermain game PlayStation di beberapa rental, Senin (23/10).

“Hari ini kami melakukan razia di Rental Playstation, Billiard dan beberapa lokasi yang diduga sebagai tempat nongkrong para pelajar saat jam sekolah,” ujar Laga Ligo, Kanit Provost Satpol PP Kaimana yang memimpin operasi itu pada papuakini.co.

Menurutnya, ada beberapa pelajar yang sempat melarikan diri kala melihat mobil Satpol PP, sementara 5 orang lainnya tak bisa berbuat banyak. Mereka kemudian diamankan anggota Satpol PP.

“Kami bawa ke kantor Satpol PP, Kami beri arahan dan nasihat. Setelah itu dikembalikan ke sekolah masing-masing, untuk tindakan lebih lanjut seperti pemanggilan orang tua dan lain-lain,” paparnya.

Kanit Provost ini berharap tiap orang tua dapat memberikan pengawasan yang ketat pada anak-anak mereka, apa lagi pada saat jam sekolah berlangsung.

“Kebanyakan orang tua tahunya pagi hari anak berangkat ke sekolah. Padahal, di antara mereka ada yang justru membolos. Inilah yang sangat berbahaya. Apalagi jika mereka terlibat dalam mengkonsumsi minuman keras, seperti yang pernah kita temui beberapa waktu lalu,” tuturnya.

Satpol PP juga memberikan imbauan lisan pada pemilik usaha billiard dan PlayStation untuk tidak menerima pelajar saat jam sekolah.

Kalau kedapatan lagi, maka usaha tersebut akan menerima surat peringatan secara tertulis. Jika masih tidak diindahkan, maka ijinnya terancam disita.

Selain itu, peran orang tua juga sangat diharapkan dalam memberikan pengawasan yang ketat pada anak-anak mereka, agar tidak mudah terjerumus ke hal-hal yang merugikan diri sendiri.(cpk3)

Baca Juga :
8 Laporan Masuk di Bawaslu Kaimana, Hanya Satu Soal Politik Uang