Peserta konferensi internasional ke-15 ADRI di Raja Ampat, Sabtu (11/11).

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap pelaksanaan konferensi internasional perhimpunan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) bisa membawa dampak positif dalam pengembangan SDM setempat.

Pemkab juga berharap konferensi ini bisa membuat ADRI menjalin kerjasama dalam bentuk riset, konsultasi, pendampingan, pembukaan kelas kuliah jarak jauh, pembukaan kampus cabang di Waisai dan penempatan mahasiswa KKN di Raja Ampat.

“Dengan demikian, Indek Pembangunan Manusia Raja Ampat akan makin meningkat,” kata Bupati Raja Ampat diwakili, Kepala Kesbangpol, Drs Syaiful M Sangadji,M Ec Dev saat membuka konferensi ke-15 ADRI di Aula Bappeda Raja Ampat, Sabtu (11/11).

Kakan Kesbangpol Raja Ampat. Drs Syaiful M Sangadji,M Ec Dev.
Kakan Kesbangpol Raja Ampat. Drs Syaiful M Sangadji,M Ec Dev.

Sangadji lalu mengatakan ADRI memiliki peran strategis dalam dunia pendidikan. Konferensi ini diharapkan akan bisa kian memperluas kerjasama yang selama ini telah dijalin Pemkab Raja Ampat dengan beragai perguruan tinggi di dan luar Tanah Papua.

Sementara itu, General Chairman Of ADRI, RH Achmad Fathoni Rodli, M.Pd. mengatakan ADRI beranggotakan puluhan ahli dan pakar berbagai bidang yang tersebar di perguruan tinggi di Indonesia.

DR H Achmad Fathoni Rodli,M.Pd, General Chairman of ADRI.
DR H Achmad Fathoni Rodli,M.Pd, General Chairman of ADRI.

Konferensi ini, menurutnya digelar agar ADRI bisa membantu meningkatkan berbagai aspek kehidupan di Papua, sekaligus sebagai bentuk pegabdian pada masyarakat. Salah satunya adalah pewujudan cyber city di mana ADRI merukan konsultan Kemkominfo.

“Kita akan meneruskan riset-riset, khususnya di Indonesia Timur. Hasil-hasil penelitian akan kita ekspos. Kita akan lakukan pendampingan. Kita jadikan hilirisasi penelitian menjadi industri,” tandasnya.(cpk1/dixie)