Di manapun daerahnya, stabilitas keamanan menjadi salah satu kunci suksesnya pembangunan daerah. Hal ini ditegaskan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo usai melantik 42 anggota MRPB masa bakti 2017-2022 di gedung PKK Arfai, Selasa (21/11) sore tadi.

Kata Kumolo, untuk menjaga stabilitas keamanan itu,  para tokoh agama, masyarakat, perempuan dan pemuda, harus dapat berperan mengorganisir masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan serta mempercepat tugas Gubernur dan Forkopimda.

Untuk itu, Kumolo meminta kepada para anggota MRP PB untuk segera melaksanakan konsolidasi internal dan percepat langkah langkah sengketa adat di PB.

“Rumuskan program dan kegiatan strategis yang bersentuhan dengan kepentingan, masyarakat adat serta agama,” ungkapnya.

MRPB, kata Kumolo, bukan lembaga politik, tapi kultural yang harus dihargai secara khusus oleh UU Otsus. “Saya harap anggota yang dilantik tetap konsisten dan komitmen untuk menjaga wibawa pemerintrah demi menjaga NKRI,” ungkapnya.

Peran para tokoh, kata Kumolo, sangat penting. Salah satu tantangan bangsa saat ini adalah masalah ketimpangan. “Masalah gizi, ibu hamil, dan kematian akibat kanker serviks juga masih tinggi di Indonesia. Pesan Ibu Presiden, semua organisasi perempuan harus turut berperan mengatasi hal ini, termasuk anggota MRPB dari unsur perempuan,” ungkapnya.

Mendagri juga mengatakan tantangan lainnya bagi negara saat ini adalah masalah narkotika dan obat obatan terlarang.

“50-60 orang meninggal per hari karena lem aibon, Narkoba dan Miras. Anggota MRPB juga harus berperan membantu mengatasi hal ini,” tandasnya.(njo)