Lama Vakum, Maya Kailola Ditunjuk PAW Ketua REI PB

Marla Beatriecs Kailola, SP, Plt Ketua DPD REI Papua Barat.
Marla Beatriecs Kailola, SP, Plt Ketua DPD REI Papua Barat.

Asosiasi pengembang perumahan Real Estat Indonesia (REI) menunjuk Marla Beatriecs Kailola, SP sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Plt Ketua DPD REI Papua Barat mengisi kekosongan kepemimpinan pengurusan organisasi sejak Januari 2017.

Pengisian tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 127/A/REI/KU-SJ/XI/2017 oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI di Jakarta, tertanggal 22 November 2017.

Menurut wanita cantik kelahiran Ambon, 29 November 1972 itu, yang akrab disapa Maya itu, PAW dilakukan lantaran Ketua DPD REI yang lama, Andi Kahar, sakit sejak Januari lalu.

“Seperti yang diceritakan, REI tetap berjalan namun tidak ada yang memimpin dan mengarahkan, karena alasan kesehatan sejak Januari 2017,” kata Wakil Ketua Umum Bidang CSR itu, Senin (27/11)

Karena tidak aktifnya Ketua REI PB, maka ada 48 perusahaan pengembang di PB tidak lagi menjadi perusahaan pengembang, bergerak di tempat, dan bahkan tidak lagi memperpanjang Kartu Tanda Anggota (KTA).

Karena itu juga banyak urusan dengan pusat seperti hubungan kerja dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, rapat koordinasi, penyampaian informasi ke daerah tidak terakomodir dan berjalan sebagaimana diharapkan.

Maya Kailola dalam dialog dan diskusi nasional Persatuan Pengusaha Real Estat Indonesia di Lemahanas beberapa waktu lalu.
Maya Kailola dalam dialog dan diskusi nasional Persatuan Pengusaha Real Estat Indonesia di Lemhanas beberapa waktu lalu.

Dengan mandat memimpin dan mengurus REI sampai pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) pada Juli 2018, Direktur PT Matriecs Cipta Anugerah itu berharap dilema tersebut segera berakhir.

Dia berjanji akan terus menjalankan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi, sehingga komposisi pengurus bisa berjalan dengan baik dan tetap mempertahankan kapasitasnya sebagai akselerator pembangunan nasional.

“Dengan masa kepemimpinan REI yang kembali aktif, 48 perusahaan pengembang di Papua Barat, terlebih yang masih aktif, bisa merasa terbantu agar tetap bisa mendidik para pengusaha daerah ini untuk menjadi investor dan entrepreneur sejati,” tandasnya.

Baca Juga :
Bank Indonesia Ajak Cari Solusi Turunkan Ongkos Kirim Dari Papua Barat

REI sudah masuk Papua Barat sejak 2012 sekaligus asosiasi pengembang yang pertama di Papua Barat. REI juga sudah bekerjasama dengan Bank Papua, BTN, BRI, BNI. Saat ini pengusaha REI ada di setiap kabupaten/kota di Papua Barat. (jjm)