Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III, bersama koalisi mahasiswa, NRFPB, WPNCL menggelar ibadah syukuran 1 Desember, tanggal yang diyakini sebagai hari kemerdekaan Papua, dipimpin Pdt. Musa Opur.

Ketua DAP Wilayah III, Jhon Warijo dalam konferensi pers mengatakan, DAP hanya mengemas kegiatan dalam acara ibadah syukuran, tidak dalam bentuk kegiatan lainnya.

Kegiatan ibadah peringatan mereka lakukan untuk menunjukkan eksistensi orang Papua, juga mengekspresikan kemauan untuk menunjukkan apa yang diinginkan pada pemerintah.

“Pasti pemerintah menolak terkait keinginan kami. Tapi bagian itu tidak bisa kita biarkan dan lupakan,” ujarnya.

Koordinator kegiatan, Wader Wolson, mengatakan dia terpaksa dan terdesak melakukan kegiatan ini, karena sebagai pemuda, dia ingin menjaga eksistensi dan nasionalisme bangsa Papua.

“Kami tidak melihat sukuisme. Kami lihat bahwa sudah saatnya kami, duduk bersama, berdiri bersama untuk berjuangan bersama. Perjuangan ini bukan sebuah kepentingan. Kami pemuda melihat perjuangan ini sebagai sebuah kebutuhan,” ungkapnya

Perwakilan dari NFRPB, Zakarias Horota mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, warga non Papua tidak perlu takut dengan perayaan 1 Desember.

“Jangan menyangka peringatan 1 Desember yang kami lakukan ini akan menganggu kamtibmas. Lakukanlah aktivitas ekonomi seperti biasa. Tidak akan terjadi apa-apa,” tuturnya.(njo)