Insos Harus Gencar Advokasikan Isu-Isu Perempuan di Daerah

Insos (perempuan dalam bahasa Biak, red) memiliki potensi besar dalam pengembangan diri dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Karena itu, sangat penting bagi perempuan Biak (Insos) untuk mengadvokasikan isu-isu perempuan, agar pemerintah daerah dapat mendorong perempuan untuk tampil dalam kancah perpolitikan di Kabupaten Biak Numfor, maupun pada tingkat yang lebih tinggi.

Hal ini dikatakan Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA, Agustina Erni dalam kegiatan Temu Perempuan Kepala Kampung untuk PP dan PA di Kabupaten Biak Numfor, Selasa (12/12).

Erni membeberkan, berdasarkan hasil penelitian Pusat Studi Wanita (PSW) Universitas Cendrawasih Jayapura di wilayah adat Biak tahun 2007, pengaruh budaya, sosial, dan politik dalam masyarakat adat telah menghalangi pemimpin perempuan dalam menggunakan kekuasaan mereka untuk mengatasi permasalahan isu-isu perempuan.

Menyikapi situasi tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA), bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Biak Numfor, menyelenggarakan kegiatan dimaksud.

“Karena itu, saya berharap kegiatan yang kita lakukan di Biak bersama mama-mama semua bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya yang ada di Tanah Papua,” ujarnya.

Kegiatan tersebut merupakan tindaklanjut kegiatan Dengar Pendapat Kementerian PPPA dengan Masyarakat Adat Papua tentang Perempuan dan Anak di Biak Numfor pada 10 Agustus 2016.

Sebelumnya, DP3AKB Kabupaten Biak Numfor juga telah memprogramkan kegiatan pendidikan politik bagi perempuan mulai tahun 2014 hingga 2019, dan telah membentuk jaringan kerja bernama Tim Samfar sebagai upaya untuk mempersiapkan perempuan- perempuan Papua potensial untuk maju dalam pentas politik di tahun 2019.

Sekitar 30 peserta yang terdiri dari kepala kampung dan kepala distrik perempuan, tokoh perempuan, serta anggota DPRD Perempuan hadir di pertemuan ini.(jjm)