Pohon Natal di taman Mary’s Well Square, Nazareth. (foto: ist/Shutterstock.com)

Natal tidak akan dirayakan di Nazareth, kota tempat Yesus dan dibesarkan. Pembatalan itu diumumkan dewan kota Nazareth menyusul pernyataan Walikota Ali Salam bahwa seluruh perayaan Natal di kota tersebut dibatalkan.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes atas pernyataan Presiden AS, Donald Trump, terkait pengakuan Jerusalem sebagai ibukota Israel.

“Keputusan (AS itu) mencabik keceriaan hari besar tersebut, sehingga kami membatalkan perayaannya,” kata Salam seperti dilansir Times of Israel.

Selama ini perayaan Natal di Nazareth merupakan salah satu daya tarik utama kunjungan wisatawan sekaligus sumber tambahan pendapatan warga kota. Ratusan ribu orang dari seluruh penjuru dunia merayakan Natal di kota itu setiap tahunnya.

Sekira dua per tiga populasi Nazareth adalah warga Israel keturunan Arab yang beragama Islam, sedangkan sisanya warga Israel keturunan Arab yang memeluk Kristen.

Kendati begitu, belakangan, seperti dilansir The Jerusalem Post, yang dibatalkan adalah pertunjukan-pertunjukan umum di ruang terbuka, bukan seluruh perayaan Natal.

Dengan demikian, prosesi penyalaan pohon Natal tetap akan dilakukan sesuai jadwal, Minggu (17/12) besok, begitu juga program-program lain di Kota Tua, sedangkan pawai Natal akan dilakukan pada 23 Desember.

Bagaimana situasi perayaan Natal di Nazareth tahun-tahun sebelumnya. Video perayaan Natal tahun 2016 di Nazareth ini bisa jadi gambaran.(dixie)

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=T1xW08xErJ8[/embedyt]