Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, menyerahkan surat nikah pada salah satu pasangan nikah massal di aula Maranatha, KOta Sorong, Papua Barat, Kamis (21/12). (foto: ist/Penrem.)

Perempuan dan laki-laki memiliki posisi setara dan saling mengisi. Perpaduan antara perempuan dan laki-laki dalam keluarga yang harmonis akan melahirkan keluarga yang kuat.

“Sebagai perempuan harus menunjukan bahwa perempuan Indonesia itu bisa untuk diberdayakan dan berjalan bersama-sama dengan laki-laki untuk membangun Negara ini. Bila perempuan dan laki-laki berjalan bersama, maka negara Indonesia akan maju dan jaya ke depannya,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, Kamis (21/12).

Ini dilontarkan menteri asal Tanah Papua ini dalam kegiatan nikah massal di aula Maranatha, Kota Sorong, Papua Barat, yang merupakan bagian dari peringatan Hari Ibu Nasional. Ada 92 pasangan dalam nikah massal itu.

Menteri Yembise berpesan, usai pernikahan ini para suami mesti membina keluarganya dengan baik, karena saat ini keluarga adalah masalah utama di dalam kehidupan berumahtangga.

“Suami-suami harus ingat, binalah keluarganya dengan baik dan harmonis, sebab bila keluarga kuat pasti negara ikut kuat,” tegasnya.

Hadir dalam nikah massal itu, antara lain, Kapendam XVIII/Ksr Kolonel Arh Eddy Widianto S.IP, Kasiter Korem 171/PVT Kolonel Arm Hari Wibowo, dan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua Barat, Anike Rawar.(wil)