Serap ‘Asmara’, 3 Anggota MRPB Turun Kaimana

Amirudin Sabuku (kiri) saat menuju ke wilayah Teluk Arguni untuk menjaring aspirasi masyarakat.
Amirudin Sabuku (kiri) saat menuju ke wilayah Teluk Arguni untuk menjaring aspirasi masyarakat.

Tiga anggota MRPB, Amiruddin Sabuku, Gafur Tambawang, dan Agustina Mampioper, turun ke Kaimana untuk menyerap aspirasi masyarakat (Asmara)

yang merupakan daerah pemilihan mereka. Ketiga anggota MRPB tersebut adalah,
Amiruddin Sabuku, Gafur Tambawang, dan Agustina Mampioper.

Setelah menginap semalam di Kota Kaimana, ketiganya langsung turun ke kampung untuk bertemu dan melihat dari dekatm serta mendengar aspirasi masyarakat asli Papua Kaimana.

Amirudin Sabuku, S.Sos, yang merupakan utusan masyarakat adat Kaimana ketika dikonfirmasi papuakini.co Kamis (28/12) di Kaimana mengatakan, penjaringan aspirasi ini merupakan kegiatan awal yang dilakukan oleh seluruh anggota MRPB di penghujung tahun 2017.

“Hasil dari penjaringan aspirasi ini akan kami bawa pulang untuk dijadikan bahan referensi, dan diberikan dalam bentuk rekomendasi ke Pemprov Papua Barat, agar dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan program yang pro terhadap OAP,” terangnya.

Menurut Amirudin, khusus di wilayah Teluk Arguni Kabupaten Kaimana, ada beberapa hal yang masih mengganjal di masyarakat. Mulai dari masalah ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan tapal batas wilayah petuanan.

“Kalau soal pendidikan dan kesehatan, pemerintah daerah sudah menyiapkan fasilitas, hanya kadang tenaga guru dan perawat tidak betah di tempat tugas. Inilah yang sangat disayangkan,” tuturnya.

Masyarakat juga meminta bahasa daerah dimasukkan dalam kurikulum pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SLTA. Selain itu, pemerintah juga wajib melindungi dan melestarikan budaya serta adat istiadat OAP melalui berbagai kegiatan dan pembinaan.

“Masyarakat juga mempertanyakan dana Otsus yang menurut mereka belum maksimal dalam menyentuh kepentingan OAP, khususnya yang berada di Kabupaten Kaimana. Yang tak kalah penting, mereka juga meminta kepada MRPB untuk menyuarakan toleransi umat beragama seperti yang ada di Kaimana sejak dulu hingga sekarang,” tandasnya.(cpk3)