Ini Gereja Atau …. ?

Sebagian besar tiang yang digunakan saat pertama kali didirikan pada tahun 1999 itulah yang masih berdiri kokoh, menopang bangunan berukuran 7 x 5 meter beratapkan anyaman daun sagu ini. Begitupun dindingnya yang terbuat dari bambu yang warnanya telah pudar dimakan usia.

Itulah potret bangunan gereja sederhana yang selama 17 tahun ini digunakan oleh masyarakat di Kampung Urubika, Distrik Yamor, Kabupaten Kaimana sebagai tempat ibadah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh papuakini.co dari sumber terpercaya yang tak mau namanya disebut, sebenarnya pemerintah daerah Kabupaten Kaimana sudah beberapa kali memberikan bantuan untuk pembangunan gedung gereja yang baru, namun sampai sekarang justru hanya fondasi bangunan dan beberapa tiang yang telah berdiri tetapi macet di tengah jalan.

“Masyarakat merasa bersyukur karena gereja ini mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, hanya saja tidak tahu kenapa sampai sekarang bangunan itu tidak selesai dikerjakan. Coba teman-teman wartawan tolong cek dulu,” katanya.

Masih lanjut sumber tadi, pemerintah juga telah memberikan bantuan untuk gereja di kampung Paparo di Distrik yang sama, namun sampai sekarang belum ada aktivitas pekerjaan bangunan gereja di tempat ini.

Terkait hal ini, Anton Magai, anggota DPRD Kaimana yang dikonfirmasi Selasa (9/1) mengakui jika bangunan gereja tersebut sudah macet dan tidak dilanjutkan pekerjaanya.

“Saya dari kecil hidup di tempat ini jadi tahu persis kondisi bangunan gereja yang ada di Kampung Urubika. Bangunan gereja Kemah Injil Indonesia ini didirikan pada tahun 1999 silam oleh masyarakat setempat, dan sampai sekarang tidak ada perubahan yang signifikan. Yang berubah hanya atapnya saja karena bocor, sehingga harus diganti dengan atap yang baru,” jelas pria asli Yamor ini.

Baca Juga :
Resmikan Gereja Katholik di Bintuni, Gubernur Ingatkan Soal Sampah dan Hutan

Gereja ini pada tahun 2016 mendapatkan bantuan dari Gereja Bethesda di Nabire berupa 100 helai seng. Hanya saja masih disimpan dan belum bisa digunakan karena kondisi bangunan baru yang belum ada kemajuan.

“Sebagai anak asli tempat ini, saya tentu berharap agar, kalaupun memang bantuan itu telah diberikan oleh pemerintah daerah, maka sebaiknya digunakan untuk kepentingan pembangunan gereja. Jangan kita main-main dengan hal agama,” tandasnya.(cpk3)