Delapan putra/putri Papua Barat lolos seleksi calon taruna sekolah pilot Banyuwangi.

Ditambah empat perwakilan Provinsi Papua, mereka telah masuk asrama dan siap melakukan tahapan pendidikan.

Plt Kadis Perhubungan Papua Barat, Max Sabarofek yang dikonfirmasi, Selasa (23/1) malam tadi mengatakan,  Papua Barat berhasil memenuhi kuota dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Perhubungan  sebanyak 8 orang, untuk dididik selama 18 bulan dalam pendidikan pilot di sekolah pilot Banyuwangi.

“Ini merupakan salah satu jawaban dari program Nawacita Presiden point ke 7, yakni membangun Indonesia dari pinggiran.  Mereka yang telah lulus sebagai calon taruna sekolah pilot ini akan dibiayai melalui beasiswa oleh program Kementerian Perhubungan,” ujar Max di sela-sela pemeriksaan sarana transportasi laut milik Dishub di Dermaga Marampa.

Kata dia, dengan hasil tersebut, ke depan Papua Barat sudah bisa memiliki anak asli yang menjadi pilot, meski tidak serta merta ketika lulus nanti mereka akan langsung bisa menjadi pilot di suatu perusahaan penerbangan.

“Masih ada tahapan yang harus mereka lalui, seperti beberapa sekolah lagi untuk menjadi seorang pilot. Namun secara materi menerbangkan pesawat mereka sudah ada. Mereka masih jadi co pilot dulu sebelum nantinya menyelesaikan beberapa tahapan hingga menjadi seorang pilot,” tandasnya.(njo)