Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengisi kotak bantuan sukarela untuk warga Asmat dan warga pedalaman Papua Barat, Selasa (30/1).

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan melakukan apel mendadak Selasa (30/1). Dia menginstruksikan agar seluruh ASN memberi sumbangan sukarela untuk membantu anak-anak di Asmat yang terserang gizi buruk, dan masyarakat yang bermukim di perbatasan pedalaman Papua Barat.

Kotak putih bertuliskan “Sumbangan sukarela” itu diedarkan dan diisi oleh setiap ASN.

Tidak hanya uang, tapi juga pakaian bekas turut disumbangkan dalam kegiatan itu.

Kata Gubernur, selain secara perorangan, pemerintah Papua Barat juga akan menyerahkan bantuan namun belum diketahui berapa besar anggaran yang akan diberikan.

“Kita masih menunggu penetapan APBD 2018 oleh Mendagri. Kalau sudah, akan kita lihat, berapa yang bisa kita berikan termasuk rencana kunjungan ke sana (Asmat),” ungkapnya.

Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir.
Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Papua Barat Derek Ampnir mengatakan, kondisi saat ini di Asmat, berdasarkan laporan tim relawan di sana, ada sekitar 15.000 orang anak terkena busung lapar. Dari data tersebut yang meninggal dunia sudah 61 orang.

Menurutnya, itu terjadi akibat kurangnya asupan makanan bergizi dan minimnya tenaga kesehatan di sana. Selain itu, lokasi pemukiman yang rata rata diatas rawa.

“Saya imbau masyarakat Papua Barat untuk peduli, bersama-sama, saling tolong menolong,
” ajaknya, lalu mengatakan masyarakat yang ingin memberi bantuan bisa berkoordinasi dengan BPBD maupun Dinas Sosial Provinsi Papua Barat. (cpk1/njo)