Jarang bahkan hampir satu bulan tidak berkantor, Kepala Dinas Pariwisata Papua Barat, Edi Sumarwanto, mendapat sorotan dari Sekretaris Dinas Pariwisata Papua Barat, Sergius Rumsayor.

Kepada papuakini.co, Sergius menyatakan selama ini seperti seperti ayam yang kehilangan induknya.

“Diduga ini karena adanya masalah anggaran sejak festival di Danau Anggi (Pegaf) 2016 lalu,” ujarnya.

Menurut Sergius, ada beberapa anggaran yang tidak optimal saat festival di Pegaf itu dilangsungkan. Dia juga mengakui festival dua tahun lalu itu tidak berjalan dengan baik.

Bahkan, November 2017 lalu, Festival Danau Anggi tidak dilakukan. Hal itu yang membuat masyarakat dan Pemda Pegaf menanyakan alasannya.

“Sejak masalah itu, kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pegaf menghadap Wakil Gubernur Papua Barat untuk meminta melakukan pergantian kepala Dinas Pariwisata Papua Barat. Bahkan, kami juga tidak lagi mengkehendaki Edi Sumarwanto sebagai kepala Dinas Pariwisata Papua Barat,” tuturnya

Dia juga mengatakan sudah menyurati Gubernur dan Inspekstorat pada bulan Mei 2017 terkait hal tersebut.

“Setelah menyurat, saya koordinasikan dengan Sekprov. Beliau atakan bahwa pesiun itu hak seorang ASN, cuma tanggung jawab harus diselesaikan sebagai kepala dinas,” ungkapnya.

Pada Juli 2017 Edi Sumarwanto masih aktif bekerja. Per 1 Februari 2018 dia sudah terhitung TMT, tinggal menunggu terbitnya SK pensiun.

Hingga berita ini diturunkan, Edi Sumarwanto belum berhasil dikonfirmasi.(cpk1/njo)