Batik Air Gagal Take Off di Manokwari, Papua Barat

Batik Air PK-LAJ gagal take off dari Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat, menuju Sorong, Selasa (13/3). (foto: hendrik)
Batik Air PK-LAJ gagal take off dari Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat, menuju Sorong, Selasa (13/3). (foto: hendrik)

Pesawat Batik Air nomor penerbangan ID-6155 tujuan Manokwari (MKW) ke Sorong (SOQ), Papua Barat, gagal take off dari Bandara Rendani, Manokwari.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-LAJ tersebut tergelincir keluar dari runway dan menyebabkan ban belakang kanan tertanam di tanah, sekira pukul 12.50 WIT, Selasa (13/3).

Pantauan papuakini.co, petugas dan kru pesawat langsung mengevakuasi 125 penumpang dan bagasi dari pesawat jenis Airbus A320 yang dijadwalkan take off pukul 12.40 WIT itu.

Sejumlah wartawan yang hendak masuk melalui pintu jaga di dekat ruang cargo dilarang masuk oleh sejumlah petugas jaga. “Yang pakaian biasa tidak boleh masuk. Pimpinan bilang wartawan tidak boleh masuk,” ungkap salah satu petugas sembari memerintahan dua wartawan turun dar mobil SAR yang mereka tumpangi.

Kemudian, dengan jumlah yang lebih banyak, wartawan mencoba meminta ijin lagi untuk masuk, namun tetap dilarang dengan alasan instruksi kepala bandara.

Bahkan, keributan sempat terjadi antara petugas bandara dengan salah satu wartawan media online.

Para wartawan yang hendak meliput peristiwa ini kemudian mendatangi kantor Bandara.

Hal serupa juga terjadi di sana. Petugas di kantor itu melarang wartawan untuk masuk meliput peristiwa itu dengan alasan perintah kepala bandara.

Adu argumen kembali terjadi antara para wartawan dengan petugas bandara. Bahkan, sejumlah wartawan hendak menerobos masuk ke dalam bandara. Belum jauh dari pintu kantor menuju areal bandara, salah satu petugas berlari dan mengatakan, kalau kepala bandara baru menelpon dan meminta agar wartawan dilarang masuk area bandara.

“Kami hanya menjalankan perintah atasan, bukan kami melarang,” sebut salah satu petugas.

Di lain sisi, tepat di ruas jalan dekat ujung runway, masyarakat berdesak desakan menyaksikan pristiwa itu. Bahkan, sejumlah warga naik di atas truk dan mengabadikan foto melalui ponsel genggam dan kamera SLR.

Sekira pukul 13.15 WIT, pihak kepolisian memasang police line untuk menutup areal bandara hingga proses evakuasi pesawat selesai.

Informasi yang dihimpun di lapangan, pesawat akan dievakuasi dengan cara menggali tanah dan memasang plat besi sebagai landasan ban untuk mengevakuasi pesawat.

Sejumlah penerbangan juga dibatalkan dengan alasan operasional bandara.

Hingga berita ini diturunkan, kepala bandara belum berhasil dikonfirmasi. Sejumlah petugas bandara juga mengaku tidak memiliki nomor ponsel kepala bandara.(njo)