Gubernur Serahkan ‘Mesin Uang’ ke 43 Pemilik Pondok Pinang

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan didampingi Kadinsos PB Lasarus Indou (kiri) dan Kabid Pemberdayaan Sosial Marthen L Tirony (kanan) bersama penerima bantuan modal usaha, Rabu (14/3).

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan menyerahkan paket bantuan bahan dan perlengkapan jualan untuk mama-mama Papua penerima 43 pondok pinang permanen, Rabu (14/3).

Paket bantuan itu merupakan kerjasama lanjutan antara Dinas Sosial Papua Barat dengan Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional (Gapeknas) Kabupaten Manokwari.

Gubernur Mandacan mengatakan, bantuan itu merupakan komitmen menjawab usaha kemandirian dengan menyerahkan bantuan kepada masyarakat

“Program ini sesuai dengan amanat UU Otsus dan upaya meningkatkan kesejahteraan sosial. Ini juga jadi program kerja kami ke depan. Harapan saya, bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial Papua Barat, Lasarus Indou, SP MM mengatakan, bantuan itu merupakan kelanjutan program yang dianggarkan dalam APBD-P 2017, sekaligus jawaban permintaan mama-mama Papua saat peresmian pondok pinang pada 3 Agustus 2017 lalu.

Bantuan itu berupa bahan anyaman, bahan dan alat pembuatan kue, peralatan jualan, masak, dan penjualan minuman dingin dengan total anggaran Rp1,075. miliar.

“Semoga ini dapat meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, untuk mengentaskan kesenjangan sosial. Kami memang tidak berikan uang cash karena itu tidak mendidik. Kami berikan bantuan modal usaha yang bisa menjadi mesin uang atau perputaran uang,” ungkapnya.

Ketua Gapeknas Manokwari, Roby Wanggai mengatakan,
ekonomi masyarakat adalah hal yang krusial. Membangun ekonomi tidak sebatas hanya pemerintah. “Kita juga harus bersumbangsih melakukan hal yang sama,” tuturnya.

Dia kemudian menuturkan pesan Gubernur, saat masih menjadi Bupati Manokwari, dalam peresmian hotel Aries yang diliputnya kala dia masih jadi wartawan.

“Saat itu saya wawancara. Beliau bilang jangan bangun Papua dengan manejemen ekskavator, yang datang ambil uang di sini dan bawa ke luar Papua. Saya ingat kata-kata itu sampai saat ini. Untuk itu saya minta agar kontraktor di Papua Barat harus membantu pemerintah mengentaskan kesenjangan sosial,” pungkasnya.

Dolfina Kareth, salah satu penerima bantuan pondok pinang dan modal usaha yang berjualan di Amban mengaku senang dan bahagia, karena diperhatikan pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial dan Gapeknas.

“Kami merasa diperhatikan. Dari tempat jualan yang tidak layak menjadi layak. Dari tidak memiliki modal usaha, hingga memiliki modal usaha. Kami tahu bantuan ini tidak semua orang bisa dapat, jadi kami sangat bersyukur,” tandasnya.(njo)