Napolion Fakdawer: Mutlak Ada Keterwakilan Perempuan OAP di Senayan

Ketua Aliansi Masyarakat Adat Papua Barat, Napolion Fakdawer, menilai kehadiran perempuan Orang Asli Papua (OAP) di kursi DPR RI dewasa ini haruslah dijiwai dengan sebuah komitmen yang tulus dan langkah yang berani, guna mengangkat kembali citra perempuan Papua dalam memperjuangkan hak-hak mereka.

“Ini mutlak harus diwujudkan, mengingat selama ini kita melihat perempuan dan anak  menjadi kelas kedua di negara ini,” ujar pria yang akrab disapa NF itu, saat berdua dengan papuakini.co di Manokwari, Selasa (20/3).

Menurut Fakdawer yang juga adalah Ketua Lembaga Perlindungan Anak Papua Barat itu, komitmen tersebut juga bisa diwujudkan bersama dalam bentuk dukungan, sehingga apa yang diperjuangkan dapat pula dicapai.

Soal siapa perempuan Papua yang tepat dan punya kemampuan, Fakdawer lantas menyebutkan nama dr. Rosaline Irene Rumaseuw.

“Kalau bicara soal kualitas, (dia Rosaline, red) tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Sekarang tinggal bagaimana kita melihat komitmennya selama 18 tahun di Freeport bisa ditegaskan lagi atau tidak?” ucap Fakdawer.

Sebagai Direktur Yayasan Citra Sehat Papua, Fakdawer berharap keterwakilan perempuan OAP nantinya juga bisa memberikan kontribusi yang lebih besar dalam membangun tanah Papua ke depan.

Selain itu, dengan hadirnya sosok Rosaline di Senayan nanti, bisa memberikan semangat baru dalam memperjuangkan hak-hak orang asli Papua, khususnya terhadap perempuan dan anak.

“Kehadiran seorang perempuan Papua tentu bisa memahami betul tentang persoalan dan jeritan hati mereka. Dan pasti suaranya didengar,” jelas pria kelahiran, Jayapura 23 Juni 1969 itu.

Terkait banyak kasus pelecehan dan pemerkosaan terhadap perempuan dan anak di Papua, sudah menjadi laporan yang terus dilakukan tetapi jarang sekali ada respon dan tanggapan yang positif.

Baca Juga :
Rosaline Rumaseuw Usung Program Manokwari, Ikut Konvensi Internasional di Nevada

“Dengan hadirnya seorang perempuan Papua di Senayan, ke depan bisa membantu dan memberikan dampak serta perhatian yang besar, khusus untuk anak dan perempuan di Papua,” tandasnya.(jjm)