Pedagang Emperan Kalkon Tak Mau Pindah, Kenapa?

Pemerintah Kabupaten Manokwari telah memasang imbauan bagi pedagang yang berjualan di emperan Kali Konto (Kalkon), tepatnya di lorong samping kiri Pasar Sanggeng, untuk mengosongkan lahan dan pindah ke pasar khusus mama-mama Papua yang sudah disiapkan.

Mama Ani Kapisa, salah satu pedagang pinang di lokasi tersebut mengaku enggan meninggalkan tempat tersebut. Pasalnya, selain merasa nyaman, lokasi pasar yang baru ukurannya dianggap kecil.

“Pasar yang baru itu tidak memuaskan kami. Ukurannya hanya 1 meter dibagi untuk 2 orang,” ujarnya, Rabu (21/3)

 

Dia mengaku sudah berjualan puluhan tahun di pasar tersebut. “Harga mati tidak mau pindah. Kami sudah sepakat bahwa kalau itu bapak bupati dan Guberur turun, kami punya prinsip ingin tidak ingin pindah,” ungkapnya.

Sementara itu, petugas Dishub Manokwari siang tadi terpantau berada di lokasi. Mereka mengimbau pengguna kendaraan agar tidak memarkir atau menurunkan penumpang di lokasi tersebut karena akan menimbulkan kemacetan.

Selain itu, marka dilarang berhenti di lokasi tersebut juga sebelumnya sudah terpasang. Namun, pengendara yang tidak mentaati aturan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Manokwari, Albert Simatupang mengaku sudah memasang baliho pemberitahuan dilarang parkir atau menghentikan penumpang sejak malam kemarin.

“Tadi petugas turun lapangan menjelaskan lagi pemberitahuan itu. Kami harap pengendara baik roda dua dan empat agar memahami aturan,” tandasnya.(cpk2/njo)

Baca Juga :
BEI: Waspadai Investasi Bodong, Belum Ada Target di Papua Barat