Sesmen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dr. Pribudiarta Nur Sitepu, MM dan Deputi Partisipasi Masyarakat Kementrian PPPA, Ir. Agustina Erni, M.Sc

Berdasarkan data Komisi Nasional Perlindungan Anak, sepanjang tahun 2017 ada 2.737 pengaduan kasus kekerasan terhadap anak. Angka tersebut menurun dibandingkan dengan laporan pada tahun 2016 yang 3.339 kasus.

Hal ini diungkapkan Deputi Partisipasi Masyarakat Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Ir. Agustina Erni, M.Sc pada papuakini.co di Semarang, Jawa Tengah, Senin (26/3).

Menurutnya, dari 2.736 kasus tersebut, 52 persen lebih didominasi kejahatan seksual, yang tidak hanya dilakukan orang per orang, tetapi juga secara bergerombol.

Bentuk kekerasan seksual tersebut berupa perkosaan, pencabulan, inses dan yang paling mendominasi adalah sodomi.

Total keseluruhan korban sodomi dari laporan sepanjang tahun 2017 adalah 2.848 kasus.

“Tentu banyak faktor yang menjadi akar dari permasalahan di atas. Karena itu, kita bersama-sama harus memerangi akar permasalahan itu,” tegasnya.

Agustin berharap masyarakat lebih sensitif dalam melihat permasalahan tersebut dengan pemberdayaan keluarga melalui organisasi.

“Masyarakat harus peka, dan kita harus target ke akar rumput. Karena itu, sinergitas dan saling peduli harus dibangun,” tandasnya.(jjm)

Click here to preview your posts with PRO themes ››