Fundraising di Singapura, Rosaline Rumaseuw Boyong Bantuan Untuk Perempuan Papua

Rosaline Irene Rumaseuw

Wasekjen IDI Jakarta Utara, dr. Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes tampil sebagai pembicara dalam pertemuan Ca Cervix (Kanker Serviks) Wanita Asia di Singapura, 26-27 Maret 2018.

Kegiatan yang disponsori Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura itu diikuti 325 dokter se-Asia Tenggara.

Sebagai perempuan asli Papua, Rosaline dengan percaya diri memberikan pandangan dan meminta perhatian untuk pengobatan yang berpihak kepada para perempuan di Indonesia, khususnya perempuan Papua yg terkena kanker serviks.

“Ini pertemuan fundraising (penggalangan dana) untuk membantu perempuan yg menderita Ca Cervix. Saya usulkan agar Singapura dan Malaysia ikut membuat hal yang sama untuk membantu perempuan Papua, dan itu mendapat respon yang baik,” kata Rosaline ketika dikonfirmasi papuakini.co, Selasa (27/3).

Rosaline Irene Rumaseuw

Menurut Presiden Lions Club Centennial Cendrawasih Jakarta Selatan International itu, hal tersebut perlu dilakukan karena pengobatan di Indonesia maupun di Asia terlalu mahal. Akibatnya, kaum perempuan yang mengalami sakit atau terdiagnosa kanker itu jadi apatis untuk menjalani pengobatan.

Ada banyak bantuan dana yang diberikan dalam kegiatan itu, dan akan diserahkan untuk rumah sakit di Indonesia.

“Jadi jika ada perempuan Papua yang terdiagnosa kanker serviks akan mendapat diskon 50 persen dari pengobatan, khususnya untuk kemoterapi,” jelas Wanita kelahiran Biak, 23 Januari 1971 itu.

Target ke depan adalah mengunjungi Papua Barat untuk melakukan kemoterapi dengan melibatkan dokter dari Singapura dan Malaysia. “Target kita di Papua Barat pada Agustus nanti,” tutur wakil Indonesia yang dapat apresiasi dari panita dan peserta yang hadir itu.

Kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perempuan Papua karena akan ada edukasi. Selain itu, perempuan Papua para penderita kanker itu juga dapat bertemu langsung dengan tim medis dan dokter.

Baca Juga :
Peminat Pembagian Kacamata Lions Club Meluber, Sedia 1000 Datang 2300

“Kami akan kolaborasi dengan dokter di RSUD dan RS swasta di Papua Barat. Kalau perempuan Papua itu sehat lahir batin, maka keluarga yang dibina pun akan menjadi keluarga yang hebat,” tandasnya.(jjm)