Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan Kabupaten Pegunungan Arfak, Teluk Wondama dan Tambrauw sebagai daerah termiskin di Papua Barat.

Ini diungkapkan Menteri saat membuka Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Papua Barat 2019, di salah satu hotel di Manokwari, Jumat (27/4).

Angka kemiskinan Papua Barat lebih tinggi dibandingkan angka kemiskinan nasional dalam persentase, namun terus menurun dalam 3 tahun terakhir dengan laju penurunan yang lebih lambat dibanding nasional secara spasial atau kewilayahan.

Tingkat kemiskinan turun dari 10,96% di tahun 2014 menjadi 10,12% di tahun 2017.

Untuk tingkat pengangguran terbuka, Papua Barat fluktuatif, namun dalam 3 tahun terakhir menjadi lebih tinggi dibandingkan nasional secara spasial.

Menteri lalu mengingatkan agar perencanaan pembangunan daerah yang telah diselaraskan dapat menciptakan sinkronisasi dan sinergi pencapaian sasaran rencana pembangunan nasional dan rencana pembangunan daerah.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan mengharapkan program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah dalam rancangan RKPD Provinsi Papua Barat tahun 2019 dapat dilakukan secara baik.

“Saya minta ada senergitas antara pimpinan OPD dangan kepala daerah, untuk mendukung pencapaian sasaran agenda pembangunan agar dapat lebih baik serta dapat mensejahterakan masyarakat Papua Barat,” tandasnya.(cpk1/njo)