Resmikan Gereja Katholik di Bintuni, Gubernur Ingatkan Soal Sampah dan Hutan

Resmikan Gereja Katholik di Bintuni, Gubernur Ingatkan Soal Sampah dan Hutan
Resmikan Gereja Katholik di Bintuni, Gubernur Ingatkan Soal Sampah dan Hutan

Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan mengingatkan warga Kabupaten Teluk Bintuni tentang sampah dan kelestarian hutan merupakan persoalan serius.

Gubernur Mandancan mengataan ini saat meresmikan Gereja Katholik Paroki Santo Yohanes Bintuni, Sabtu (5/5). Gereja yang dibangun mulai tahun 2010 itu berdiri di atas lahan seluas 1532 meter persegi.

Gubernur menegaskan, Papua Barat sebagai propinsi konservasi harus didukung dengan langkah-langkah perlindungan hutan secara maksimal dengan keterlibatan semua komponen.

Begitupun dengan pengelolaan sampah yang harus dilakukan secara profesional, sehingga program nol sampah yang dicanangkan di ibukota provinsi dapat juga diterapkan di kabupaten lainnya.

“Pembangunan di Provinsi Papua Barat dan juga kabupaten Teluk Bintuni harus didukung masyarakat, mulai dari lingkungan, perlindungan hutan, keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas Gubernur.

Gubernur lalu meminta masyarakat untuk saling menghargai antar suku, agama, serta budaya sebagai modal pembangunan Papua Barat, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni.

Gubernur juga mengingatkan untuk menghindari tindakan kriminal seperti pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, dan kekerasan Dalam Rumah Tangga.

“Tanggung jawab kita bersama untuk selalu mengawasi dan melindungi anak-anak kita, karena anak-anak merupakan generasi penerus bangsa dan negara, yang kelak akan mengantikan kita semua dalam misi pembangunan daerah ini,” tandas Gubernur.(cpk1/njo)

*Kerjasama dengan Bagian Humas Setda Papua Barat

Baca Juga :
Gubernur Papua Barat 'Open House' Tahun Baru di Puluhan Gereja di Manokwari dan Pegaf