Ternyata Begini Sikap Gubernur Papua Barat Saat Turun Lapangan

Tak ada kesan seperti seorang pimpinan tertinggi di Provinsi Papua Barat yang tergambar pada Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan, saat melakukan kunjungan kerja seharian di Kabupaten Manokwari Selatan pada Jumat, 19 Mei 2018.

Kunjungan kerja yang dimulai sekira pukul 9.20 WIT dan berakhir pukul 16.15 WIT itu terkait penutupan Hari Kegiatan Gerak PKK ke-46 Papua Barat.

Usai acara penutupan di Pendopo Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, Gubernur turun lapangan untuk meresmikan Posyandu, mengunjungi sejumlah PAUD, serta memantau kebun rakyat komoditas kacang, jagung, dan pisang, serta panen sawi dan kangkung yang menggunakan pupuk organik hasil daur ulang limbah.

Dalam kunjungan itu Gubernur didampingi Ketua TP PKK Papua Barat, Ny Yuliana Mandacan-Kiriweno, Ketua Panitia HKG PKK PB Ny Lanny Lakotani, Wakil Bupati Manokwari Selatan Wempi Rengkung SE, dan Ny Chinta Dewi Petrick Rengkung-Palandeng, serta OPD-OPD terkait.

Di tengah perjalanan menuju lokasi pertama yang akan dikunjungi, Gubernur menghentikan kendaraan saat melewati rumah warga yang sedang kedukaan di Distrik Momiwaren.

Gubernur turun melayat serta berbincang dengan keluarga serta warga lainnya. Gubernur juga memberi bantuan pada keluarga yang berduka.

Dari situ perjalanan dilanjutkan melihat kebun jagung. Gubernur lalu menanyakan sejumlah hal teknis pada OPD terkait termasuk, mungkin hal yang terpenting untuk semua komoditas, pembeli jagung saat panen.

Hal senada dilakukan saat melihat kebun kacang. Gubernur menanyakan potensi produksi per hektar serta harga kacang kering di pasaran saat ini.

Jawaban OPD terkait menunjukkan harga kacang saat ini di Papua Barat cukup menggiurkan, yaitu Rp12 ribu per kilogram kering. Satu hektar tanaman kacang bisa menghasilkan sekira 1000 kg kacang kering.

Kala meninjau kebun pisang, Gubernur mengingatkan bahwa Ransiki, ibukota Manokwari Selatan, dulu dikenal sebagai daerah penghasil pisang di Papua Barat.

Secara ekonomis, pisang laris di pasaran. Secara kesehatan, pisang sangat baik untuk jadi alternatif beras karena kandungan gula di pisang jauh lebih sedikit dari beras.

Cara berbaur dengan warga tanpa ada perbedaan juga ditunjukkan Gubernur saat meninjau komoditas sawi dan kangkung yang ditanam warga dengan menggunakan pupuk organik hasil daur ulang limbah. Gubernur diminta warga untuk panen bersama mereka di situ.

Gubernur menanyakan berbagai bahan limbah yang didaur ulang warga untuk dijadikan pupuk organik itu.

Gubernur yang juga Kepala Suku Besar Arfak itu kemudian mengingatkan pembagian tugas antara suami dan istri dalam membina rumah tangga dan keluarga.

Kecintaan Gubernur pada warganya juga tampak saat mengunjungi Posyandu. Gubernur mengingatkan agar warga benar-benar memanfaatkan Posyandu untuk kesehatan anak-anak.

Gubernur meminta agar para ibu memeriksakan anak mereka secara rutin, menimbang berat badan mereka, memberikan makanan bergizi dan makanan tambahan. Dengan begitu, anak akan tumbuh sehat dan cerdas, dan akan bisa memajukan Papua Barat dan negara.

Saat mengunjungi PAUD, Gubernur bercerita dan bersenda gurau dengan mereka. Bahkan Gubernur turut bermain dengan mereka di dalam ruangan belajar.

Spontanitas juga ditunjukkan Gubernur dalam perjalanan pulang dari Ransiki, Ibukota Kabupaten Manokwari Selatan, ke Manokwari, ibukota Provinsi Papua Barat.

Di tengah perjalanan, Gubernur kembali menghentikan kendaraannya. Teryata Gubernur ber-wefie-ria dengan para ajudan dan Patwal dari kepolisian di pinggir jalan.

Dengan cara seperti itu, tak heran jika Gubernur yang berpasangan dengan Mohamad Lakotani itu menang telak dalam Pilgub Papua Barat medio 2017 lalu.(dixie)