Potensi Penemuan Spesies Baru di Papua Barat Masih Tinggi

Potensi Penemuan Spesies Baru di Papua Barat Masih Tinggi

Program Manager Fakfak untuk Conservation International Indonesia, Nur Ismu Hidayat, menyatakan perairan Papua Barat memiliki potensi besar untuk penemuan spesies ikan baru.

Ini menyusul ditemukannya sembilan spesies baru di Kabupaten Fakfak Maret lalu.

Kepada papuakini.co, Kamis (31/5) Ismu mengatakan sembilan spesies ikan itu ditemukan dalam survei potensi taman pesisir di Fakfak dalam bentuk penyelaman selama dua minggu.

“Penyelaman minggu pertama di Teluk Berau kita temukan enam spesias baru dan di Teluk Nusalasi-Van Den Bosch kita temukan tiga spesies,” ujarnya usai konsultasi publik rencana pengelolaan dan zonasi Kawasan konservasi taman pesisir Teluk Berau dan Teluk Nusalasi-Van Den Bosch.

Survei potensi yang dilakukan pada Maret lalu itu menemukan ikan spesies baru ukuran sekira 4-12 cm yang tergolong ikan hias. Hanya saja, mereka tidak menganjurkan untuk dipelihara sebagai ikan hias.

Akademisi Unipa Bidang Perikanan dan Konservasi Perairan, Paul Boli mengatakan hal senada. Hanya saja mereka terbatas dengan identifikasi jenis- jenisnya.

Meski tidak mengingat dengan pasti data mereka terkait spesies di Papua Barat, dia menyatakan ada sekira 1500 lebih spesies baru yang di temukan di Papua Barat.

Tingginya temuan ini karena tingginya sifat endemis Papua Barat dengan struktur laut dangkal dan dalam serta banyak relung perairan yang memberikan kesempatan biota laut membentuk spesies tersendiri.

Terkait sembilan spesies baru itu akan dicocokkan DNA-nya dengan database yang ada, bekerjasama dengan musium di Australia.

Soal penyusunan zonasi, akademisi Sains Unipa, Kelyopas Krey mengatakan itu adalah
keputusan baik dari masyarakat, dan langkah cerdas pemerintah untuk pelestarian keanekaragaman laut.

“Papua Barat sebagai provinsi konservasi harus ditindaklanjuti dengan langkah konkrit serta mensejajarkan proses pembangunan dengan proses pelestarian lingkungan,” tandasnya.(njo)