Warinussy Somasi Kapolres Manokwari

Warinussy Somasi Kapolres Manokwari

Kapolres Manokwari disomasi Yan Christian Warinussy atas kasus dugaan penganiayaan kliennya, Ahmad Shodik. Somasi diajukan terkait lapornya kliennya ke Polres Manokwari atas dugaan penganiayaan yang dilakukan terlapor DP dan FA pada 9 Januari 2018.

Warinussy dalam siaran persnya Senin (25/6) menerangkan, somasi ditujukan ke Kapolres Manokwari dan jajarannya atas kelalaian dan kesengajaan dalam melakukan tindak pelanggaran hukum yang fatal dan beresiko hukum, dalam hal tidak menjalankan amanat hukum dari putusan MK Nomor: 130/PUU/XII/2015.

Putusan itu mengamanatkan pemberian surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dalam waktu 7 hari pada pelapor dan terlapor, setelah dikeluarkannya surat perintah penyidikan Nomor: SP.Sidik/19.a/I/2018/Reskrim tanggal 10 Januari 2018.

“Surat putusan MK itu berimplikasi hukum bahwa penyidik wajib memberitahukan dan menyerahkan SPDP ke penuntut umum, pelapor dan terlapor. Sejatinya, klien saya Ahmad Shodiq, terlapor dan penuntut umum sudah harus menerima SPDP selambat-lambatnya 17 Januari 2018 lalu,” ujarnya.

Warinussy menyayangkan Kapolres Manokwari dan jajarannya tidak mematuhi hukum sesuai putusan MK tersebut yang dapat membuat perkara tersebut batal demi hukum.

“Somasi ini sebagai teguran hukum untuk segera dipatuhi dan dilaksanakan oleh Kapolres Manokwari. Apabila tidak dijalankan, maka dalam jangka waktu 3×24 jam kami akan mengambil langkah hukum, termasuk mengajukan permohonan prapradilan untuk melindungi hak-hak klien kami,” tegasnya.

Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi belum merespon upaya konfirmasi yang dilakukan papuakini.co via ponselnya, 087*****1999, pada Senin (25/6) pukul 16.44 WIT sampai berita ini diturunkan sekira pukul 21.20, Selasa 26 Juni 2018.(njo)