Gubernur: Hutan di Papua Barat 200 Kali Lebih Besar Dari Oslo, Norwegia

Hutan di Papua Barat 200 Kali Lebih Besar Dari Oslo Norwegia

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatkan, hutan di Papua Barat kurang lebih setara 200 kali dari kota Oslo, Norwegia, dan memiliki hutan mangrove seluas 438.252 hektar, atau hampir 10 kali luas kota Oslo.

Gubernur memaparkan ini dalam seminar tentang Hutan Tropis di Hotel Scandic Holberg, Oslo, Norwegia, Selasa (26/6)
lalu.

“Kami komitn menjaga hutan Papua Barat seluas 9.730.550 hektar atau 90 persen dari luas wilayah yang seluas 143.076 kilometer persegi ini,” ungkapnya.

Provinsi Papua Barat mendeklarasikan diri sebagai provinsi konservasi sejak 2015 lalu dan berkontribusi sebesar 8,12 persen terhadap luas hutan hujan tropis di Indonesia.

“Ekosistem di Papua Barat menyimpan berbagai keanekaragaman hayati dari kawasan Asia maupun Australia. Ini yang menjadikan hutan kita sumber inspirasi budaya dan kehidupan masyarakat adat,” katanya.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bersama Duta Besar RI u

Selain untuk masyarakat lokal, hutan di Papua Barat juga berkontribusi terhadap masyarakat global karena menyimpan sekitar 1.320 juta metrik ton karbon.

“Ini akan bermanfaat jika dijaga dengan baik. Tak cuma di wilayah daratan, kekayaan Papua Barat juga tersebar di wilayah perairan. Papua Barat memiliki terumbu karang dan spesies ikan sekitar 75 persen dari populasi ikan dan terumbu karang di dunia,” bebernya.

Gubernur juga komit menjaga sekira 25 persen area konservasi dataran dan 11 hutan lindung dengan luas 3,2 juta hektar, atau 32 persen luas dataran.

Untuk perairan, Dominggus menyebutkan ada 17 kawasan konservasi perairan dan laut dengan luas 4,2 juta hektar di Papua Barat.

Secara keseluruhan, kawasan itu masih dalam keadaan baik. Itu merupakan sumber dan cadangan pangan yang penting bagi masyarakat Papua.

“Sekira 1,1 juta penduduk Papua Barat menggantungkan diri pada sumber daya alam yang kaya tersebut. Namun, sekitar 25 persen penduduk masih terkategori miskin berdasarkan indeks pembangunan manusia,” bebernya.

Ironisnya, Provinsi Papua dan Papua Barat menjadi provinsi termiskin di Indonesia meskipun hidup di tanah dengan hutan dan mineral yang kaya.

“Ini menjadi tantangan besar kami untuk menjaga harta kekayaan kami yang tersisa sangat besar,” tandasnya.(cpk1/njo)