Kapolri: Konflik di Papua Bukan Masalah Ras

Kapolri Jenderal Polisi Prof HM Tito Karnavian PhD menekankan bahwa masalah yang terjadi di Papua bukan karena faktor ras melainkan faktor ekonomi.

Oleh karena itu, pemerintah saat ini terus menggenjot pembangunan dan perekonomian di tanah Papua.

“Hong Kong dengan Tiongkok daratan memiliki ras yang sama. Namun mereka tidak mau bergabung dan memiliki konflik, karena Hong Kong lebih maju dibandingkan Tiongkok daratan. Itu terjadi bukan karena masalah ras, tetapi karena masalah ekonomi,” ujar Kapolri didampingi Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahyanto, SIP di hadapan prajurit TNI, Polri dan PNS segarnizun Jayapura di Makodam XVII/Cendarawasih, Minggu (1/7).

Kapolri lalu mencontohkan masalah yang terjadi di Singapura dan di Selandia Baru antara suku asli Selandia Baru yaitu suku Maori dengan Inggris.

“Mereka terus berkonflik hingga akhirnya membuat perjanjian Waitangi. Kini Selandia Baru menjadi negara yang maju perekonomian dan negara paling aman,” ucap Kapolri dalam rilis yang disampaikan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto SIP menyampaikan ucapan selamat HUT ke 72 Bhayangkara bagi Polri dan semoga Polri semakin promoter.

“Terima kasih atas pelaksanaan Pilkada serentak, di mana di Papua ada 8 wilayah pemilihan dapat berjalan dengan lancar dan baik,” ujarnya.

Panglima juga memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri karena dapat melaksanakan tugas dengan tulus dan baik.

“Melaksanakan tugas di Papua sangat berat namun sangat mulia karena ketertinggalan masalah infrastruktur. Ketika kita menjadi anggota Polri dan TNI, kita telah siap ditempatkan di manapun dan saya bangga kepada TNI/Polri yang bertugas di Papua dan dengan semangat tinggi dapat melaksanakan tugas yang diberikan oleh negara,” terangnya.

Baca juga :  Bupati Biak Tersangka Korupsi 84 M

Dikatakan Panglima, Negara tetap memperhatikan kesejahteraan anggota TNI/Polri di Papua.

“Saya mendapat masukan kita juga harus memperhatikan satuan yang melaksanakan PAM rawan dan saya mencatat hal tersebut.
Urusan kesejahteraan adalah urusan pemerintah yang akan segera direalisasikan apabila kita ingin betah bertugas di Papua maka kita harus menyatu dengan alam di Papua,” pesannya.

Panglima TNI juga menyampaikan pada komandan satuan yang baru dibentuk, pembangunan fisik yang harus diutamakan adalah perumahan prajurit.

“Semoga seluruh prajurit TNI Polri dapat melaksanakan tugas dengan baik dan hal tersebut hanya bisa di capai hanya dengan satu kunci, yaitu Sinergitas TNI Polri harga mati dan harus di jaga,” tandasnya.(njo)