Pemkab Sorsel Berhentikan Sejumlah ASN dan Kepala Kampung

Bupati Sorsel Samsudin Anggiluli berbicara di hadapan para kepala kampung di aula distrik Teminabuan

Pemerintah Kabupaten Sorsel memberhentikan sejumlah ASN dan kepala kampung yang mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Legislator (Bacaleg).

Ini diungkapkan Bupati Sorong Selatan, Samsudin Anggiluli, SE, di hadapan para Kepala Kampung di aula distrik Teminabuan, Rabu (18/7).

“Maju sebagai Bacaleg adalah keputusan dan pilihan pribadi secara bebas. Maka itu harus siap juga untuk diberhentikan. Bagi ASN, namanya akan langsung dihapus di BKD sampai data base yang ada di BKN Pusat dan KemenPAN dan RB,” ujar Bupati.

PKPU RI No. 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/ Kota mengatur bahwa semua orang yang berstatus sebagai aparatur penyelenggara pemerintah harus mengundurkan diri jika maju sebagai Bacaleg.

“Jadi sejak mendaftarkan diri sebagai Bacaleg di KPU terhitung batas akhir pendaftaran Bacaleg tanggal 17 Juli 2018 pukul 24:00 WIT, yang bersangkutan sudah langsung diberhentikan sebagai ASN maupun aparat kampung. Dengan demikian, seluruh haknya sebagai apatatur pemerintahan akan langsung diberhentikan,” ungkapnya.

Sebelumnya, laman Sekretariat Kabinet memberitakan bahwa pengunduran diri ASN yang maju sebagai caleg tidak bisa ditarik.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar mengingatkan, sesuai Pasal 240 ayat (1) huruf k Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 mengenai Pemilu, anggota TNI dan Polri aktif, serta ASN harus mundur jika maju jadi caleg.

“Sebelum memutuskan maju sebagai caleg, ASN perlu mempertimbangkan matang-matang, sebab surat pengunduran diri ASN tidak dapat ditarik kembali,” pesan Bahtiar baru-baru ini.(wil/dixie)