Wondama Krisis Guru ASN SD dan SMP

Wondama Siapkan Boarding School

Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, krisis guru SD dan SMP. Pasalnya, data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Teluk Wondama menunjukkan hanya ada 245 guru di 56 SD dan 16 SMP.

Jumlah sekolah itu berarti ada 336 kelas SD dari kelas 1 sampai 6 dan 48 kelas SMP dari kelas 1 sampai 3. Total berarti ada 384 kelas yang minimal harus diajar 384 guru pula.

Itu adalah jumlah minimal guru, di mana masing-masing guru selain harus jadi guru kelas juga harus menjadi guru bidang studi seluruh mata pelajaran di kelas yang diasuhnya.

Miimnya jumlah guru ini berupaya diatasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Pemkab Teluk Wondama dengan mempekerjakan 246 guru honorer daerah.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Teluk Wondama, Hanok Mariyai, para guru honorer daerah itu dibiayai dengan dana Otsus.

“Di Wondama hanya ada 324 guru yang tersebar di TK, SD dan SMP, tidak termasuk SMA. Dari jumlah itu terjadi penguranganan karena ada yang meninggal, pindah. Sisanya, kita hanya punya 245 guru di Wondama,” bebernya.

Dia lalu mengatakan guru berstatus ASN itu akan ditertibkan untuk melaksanakan tugas semestinya, demi mengisi kekurangan guru yang terjadi selama ini di Wondama, yang dikeluhkan beberapa kepala kampung dan aparat kampung.

“Kita akan melihat kembali penempatan guru sesuai dengan SK penempatannya. Kita akan evaluasi lalu distribusikan ke tempat tugas sesuai SK-nya,” tandasnya.(asa/dixie)