20 Vlakon Vaksin MR Habis di Warmare

20 vlakon vaksin Campak dan Rubella habis dalam dua hari imunisasi di Puskesmas Warmare.

Koordiator P2P Puskesmas Warmare, Maria Wosiri mengatakan, satu vlakon atau botol vaksin digunakan untuk 8-10 orang dengan memaksimalkan 8 orang.

“Antusiasme warga sangat baik. Hanya ada dua anak di SD dan satu anak di SMP yang tidak mau disuntik lantaran takut jarum suntik. Tapi kita tetap upayakan agar imunisasi dilakukan,” ujar Maria saat dikonfirmasi di ruangannya, Kamis (2/8).

Dikatakan Maria, mereka saat ini fokus untuk imunisasi anak usia 5-15 tahun dengan mendatangi langsung SD dan SMP. Selanjutnya akan menyasar balita di Posyandu atau rumah warga.

“Sasaran kita besok SD Negeri 18 Subsay dengan membawa 21 vlakon,” tuturnya.

Mereka punya lima petugas khusus penyuntikan, 2 bagian dokumentasi dan melibatkan guru.

“Sampai saat ini belum ada penolakan dari orang tua. Mereka rata-rata setuju anak mereka diberikan vaksin. Kita harap berjalam lancar hingga memenuhi target,” ujarnya.

20 Vlakon Vaksin MR Habis di WarmareUntuk proyeksi imunisasi, kata Maria, berdasarkan data dari dinas ada 2460 target, namun diperkirakan berdasarkan data rill hanya 2000 anak saja. Stok vaksin yang tersisa saat ini ada sebanyak 140 vlakon.

“Kalau kurang, kita akan pengadaan lagi di dinas,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Distrik Warmare, Yohanes Ullo, mengatakan pihak distrik hanya sebatas memfasilitasi tim medis dalam memberikan imunisasi.

Untuk wilayah Distrik Warmare terdapat 31 Kampung. 10 kampung berada di wilayah pegunungan dan 21 kampung berada di dataran.

“Yang di dataran mudah dijangkau. Bisa gunakan roda dua. Kalau yang di pegunungan harus gunakan roda empat double cabin. Kita akan fasilitasi itu,” ujarnya.

Selain memfasilitasi, pihak distrik juga membantu memberikan penjelasan kepada masyarakat akan pentingmya imunisasi terhadap anak. Itu dilakukan karena satu bulan sebelum pelaksanaan, pihak Puskesmas sudah memberikan sosialisasi kepada pihak distrik.

“Kita punya 49 honorer. Ditambah Satpol. Sudah kita bagi di setiap kampung untuk membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat. Sehingga, ketika petugas medis datang, masyarakat sudah siap untuk mengimunisasikan anak mereka,” tandasnya. (njo)