25 Perempuan Papua Dilatih Jadi Wiraswasta

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Barat melatih 25 perempuan untuk jadi wiraswata melalui pelatihan kerajinan noken dan pembuatan sendal dan sepatu di Gereja Petrus Amban, Rabu (15/8).

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setprov Papua Barat, Yakonias Sawaki, mewakili Gubernur saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan itu dilakukan untuk meningkatkan kreativitas dan menopang ekonomi keluarga.

Pemprov berharap kegiatan itu berdampak baik bagi perempuan Papua dalam menghasilkan produk noken rajutan tangan berkualitas, serta dapat memberi sentuhan dan dorongan kepada perempuan Papua untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki, yang pada akhirnya dapat menghasilkan produk yang mendukung kebutuhan daerah.

“Saya harap kegiatan ini digelar secara serius, agar bisa meningkatkan kreativitas dan daya saing terhadap produk noken yang dijual di pasaran,” terangnya.

25 Perempuan Papua Dilatih Jadi Wiraswasta

Sementara itu, Dra Marice P Kaikatui selaku instruktur dalam pelatihan tersebut mengatakan, mengasah kreativitas dapat memberikan peluang besar pada perempuan Papua untuk menjadikan budaya merajut sebagai peluang usaha.

Untuk itu, dia sangat berharap, setelah mendapatkan pelatihan para peserta ini bisa diberdayakan untuk membentuk home industry.

“Setelah mereka sudah tahu cara pembuatan noken, mereka bisa membuka peluang usaha merajut noken. Mereka pada akhirnya akan membantu pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Bukan tidak mungkin, dengan management baik dalam suatu home industry, bisa menjadikan usaha mereka jadi besar dan memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain,” ujarnya.

Terlepas dari pada itu, noken kata dia menjadi salah satu ciri khas orang Papua. Untuk itu, perlu terus diberdayakan agar ciri khas tersebut tidak pudar atau bahkan hilang.

Khusus untuk kerajinan sendal dan sepatu, sudah ada swasta yang menopang dengan memesannya yaitu Hotel Aston Niu.

“Banyak hal yang bisa dilakukan. Kita harus betul-betul memanfaatkan potensi yang ada di tanah Papua yang begitu melimpah,” tandasnya.(cpk1/njo)