Perburuan Satwa Dilindungi Masih Terjadi di Papua

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Manokwari menengarai perburuan satwa dilindungi masih terjadi walau instansi itu sejauh ini belum menemukan perburuan liar  di lapangan.

Menurut Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Manokwari, Glen Eric Kangiras SHut, indikasi itu muncul karena temuan penjualan satwa dilindungi oleh warga.

“Belum kami temukan langsung, tapi kami tidak bisa bilang perburuan itu tidak ada. Lima burung cenderawasih diserahkan masyarakat masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni beberapa waktu lalu itu menunjukan indikasi perburuan masih ada,” ujarnya, Jumat (24/8).

Tidak hanya itu, di Manokwari pun masih terjadi perburuan liar oleh masyarakat untuk satwa jenis Kus Kus (Phalanger sp).

Kata dia, mereka menerima sejumlah laporan terkait perburuan hewan tersebut di daerah Gunung Meja, di Sidey-Karoni. Namun, patroli belum menemukan perburuan itu.

Sejumlah satwa dilindungi lain seperti nuri kepala hitam kakatua jambul kuning, kakatua raja, dan kus kus kerap dijual masyarakat di titik keramaian di Manokwari seperti di depan pasar-pasar swalayan.

Beberapa kali pihaknya menemukan kondisi tersebut dan langsung diambil tindakan persuaif untuk menyampaikan larangan memperdagangkan satwa yang masuk kategori dilindungi itu.

Menurutnya, hal itu juga menunjukkan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat.

“Nuri yang dibawa masyarakat dari Biak itu merupakan nuri langka yang hanya ada di Biak dan sangat dilindungi. Namun, setiap kali ditanyakan, faktor ekonomi menjadi alasan utama masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, di titik tertentu mereka harus melakukan tindakan reprensif atau proses hukum, sebab ada banyak orang yang berkekurangan namun tetap hidup dengan tidak berburu satwa dilindungi.

Soal pengawasan hewan dilindungi yang masuk ke Manokwari, kata Glen, ranahnya lebih ke pihak karantina, karena satwa dan tumbuhan yang masuk ke suatu wilayah harus melalui karantina. Yang mereka jaga adalah jangan sampai satwa yang ada di Manokwari dibawa ke luar daerah.

“Kemitraan kita dengan pihak Karantina sangat baik. Salah satunya penemuan ular yang akan dibawa keluar menggunakan pesawat di bandara Rendani Manokwari. Itu kami dapat info dari karantina. Ular itu ada beberapa jenis seperti piton, ular putih yang diburu di hutan SP,” tandasnya.(njo)