Insiden di Sidang Raperda, Ketua DPR PB Bilang Itu Demokrasi

Insiden di Sidang Raperda, Ketua DPR PB Bilang Itu Demokrasi

Protes Fraksi Otsus atas sidang lanjutan pembahasan Raperdasi dan Raperdasus dinilai Ketua DPR Papua Barat Pieters Kondjol sebagai hal wajar dan demokratis.

“Silakan sampaikan pendapat dan jika tak setuju silakan tinggalkan ruangan. Itu demokrasi,” ujar Kondjol, menjawab papuakini.co, usai sidang pembahasan itu, Selasa (4/9) malam.

Sebelumnya, pembahasan diwarnai dengan walk outnya Fraksi Otsus dari ruang sidang setelah skors sidang dicabut. Aksi ii ditempuh karena Fraksi Otsus tak setuju sidang dilanjutkan tanpa kehadiran Gubernur atau Wakil Gubernur atau Sekprov.

“Kita sadari Fraksi Otsus ingin Gubernur atau Wagub atau Sekda hadir. Mereka tak bisa hadir dan dimandatkan ke staf ahli bidang SDM dan kemasyarakatan. Itu yang beliau (Ketua Fraksi Otsus) dan teman-teman di Golkar tidak setuju dan sidang harus ditunda,” jelas Kondjol.

Kondjol lalu menegaskan hal tersebut tak membatasi atau menghalangi kelanjutan sidang. Apalagi proses masih panjang karena masih ada berbagai tahapan seperti konsultasi dan sosialiasi.

“Tapi mekanisme ini kan masih panjang ini bukan pengambilan keputusan baru tahap pemandangan umum fraksi. Semua fraksi sudang menyampaikan pemandangan umumnya, termasuk Fraksi Otsus,” tegasnya.

“Kalau ada teriakan pimpinan DPR dan sebut-sebut nama saya, itu wajar. Demokrasi sekali. Tapi, ada mekanisme, ada tata etika persidangan,” tandasnya.(ar/dixie)