4 Tahun Berlalu, PGRI Papua Barat Baru Bisa Gelar Konferensi

4 Tahun Berlalu, PGRI Papua Barat Baru Bisa Gelar Konferensi

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Papua Barat, baru menggelar konferensi perpanjangan kepengurusan pada Senin (29/10/2018) hari ini. Padahal, masa kepengurusan sebelumnya sudah berakhir medio 2014 lalu.

Sekretaris Umum PGRI Papua Barat, Eli B Wayoi SSos yang dikonfirmasi usai pembukaan konferensi di salah satu hotel di Manokwari siang tadi itu mengatakan, keterlambatan terjadi karena tak ada dukungan dari pemerintah daerah.

“Semua kembali kepada dukungan pemerintah daerah. Sejak kepengurusan berakhir pada 2014 yang lalu, kita tidak mendapat anggaran dari pemerintah daerah. Anggaran yang kita butuhkan selalu dicoret,” ujarnya.

Eli yang juga ketua panitia konferensi itu menyatakan, UU guru dan dosen pasal 40/ayat 5 menyatakan bahwa seluruh kegiatan guru dan PGRI difasilitasi oleh pemerintah dan pemerintah daerah. Namun dalam perjalanannya tidak demikian.

4 Tahun Berlalu, PGRI Papua Barat Baru Bisa Gelar Konferensi

Mantan Kepala Sekolah SD Macuan SP 5 ini lalu mengatakan oknum pejabat berwenang yang berurusan dengan guru di Pemprov Papua Barat malah menanyakan “PGRI itu apa? Ada buat apa untuk guru-guru?”

Papuakini.co belum berhasil menghubungi pejabat berwenang yang disebutkan oleh Eli tersebut.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam pembukaan konferensi mengingatkan para kepala dinas pendidikan di kabupaten, kota dan provinsi untuk memperhatikan kebutuhan guru.

“Sarana dan prasarana, kekurangan guru, dan hak guru semuanya harus diperhatikan dengan baik, agar tujuan pendidikan dari tinaga pendidik pada anak didik dapat terealisasi,” tutur Gubernur.

Guru, ingat Gubernur, sangat aktif dalam mengembangkan dunia pendidikan di Papua Barat. “Karena arah mutu pendidikan ada pada guru, saya harap konferensi ini dapat meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Papua Barat,” pesan Gubernur.(njo)