Buka Raker II Klasis Manokwari, Gubernur Tegaskan Gereja Adalah Perintis Pembangunan

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan pemerintah akan terus mendukung kegiatan gereja, karena tidak bisa dipungkiri bahwa gereja adalah perintis pembangunan di tanah Papua.

“Sejarah Papua mencatat, pembangunan diawali oleh gereja melalui penginjil. Pembangunan sejak Injil diwartakan, menempatkan manusia sebagai unsur sentral dalam perkembangannya,” ujar Gubernur saat membuka raker ke-2 Klasis Manokwari, Kamis (1/11/2018) sore tadi di Gereja Petrus Amban.

“Saya harap raker ini bisa mendapat hasil dan diteruskan ke Gubernur, agar apa yang menjadi kewenangan berdasarkan kebutuhan bisa kami dukung,” jelas Gubernur.

Gubernur juga berpesan agar menjelang Pemilu semua unsur gereja bisa berkontribusi untuk menunjukan pada Indonesia bahwa bahwa Papua barat paling aman.

Buka Raker II Klasis Manokwari, Gubernur Tegaskan Gereja Adalah Perintis Pembangunanpop

Sementara itu, anggota BP AM Wilayah 6 Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt, Ferdinan Nandotrai, mewakili Ketua Sinode, mengapresiasi Badan Pekerja Klasis Manokwari dan warga jemaat yang telah melaksanakan secara maksimal pokok-pokok program klasis Manokwari selama ini.

Dia juga mengucapkan terimakasih pada Gubernur yang memberikan perhatian dan membantu kekurangan yang dialami gereja-gereja.

Terlepas dari raker II, dia mengingatkan agar klasis juga dapat mengikuti dan mensukseskan Pemilu.

“Memang kita tidak berpolitik, tapi gereja wajib mendoakan warga gereja yang masuk dalam ranah politik, agar mereka nantinya tidak salah jalan. Kita inginkan pesta demokrasi yang berkualitas, bukan pesta untuk perpecahan,” tandasnya.

Di sisi lain, Ketua Panitia Raker ke-2 GKI Klasis Manokwari, Trisep Kambuaya dalam laporannya mengatakan, kebutuhan anggaran Raker selama dua hari itu meningkat.

Saat ini panitia Raker memiliki anggaran Rp260 juta lebih, dengan total kekurangan biaya Rp69 juta. Anggaran itu didapatkan dari bantuan Pemprov Papua Barat, Pemkab Manokwari, badan pekerja klasis, donatur dan juga bantuan 400 alat dari berupa tas, buku dan alat tulis dari donatur.

Panitia juga membuat 22 meja sidang yang akan menjadi aset ke depan.

Untuk itu, terlepas dari segala persiapan Raker, Trisep berharap kerja keras panitia nantinya benar-benar berdampak pada hasil akhir Raker untuk seluruh pelayanan bersama yang menjadi keputusan Raker.(njo)