Bank Indonesia Ajak Cari Solusi Turunkan Ongkos Kirim Dari Papua Barat

Bank Indonesia Ajak Cari Solusi Turunkan Ongkos Kirim Dari Papua Barat
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat, Donny Heatubun, bersama Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Drs Muhammad Akbar Tawakal SAg.(foto: ist/BankIndonesia)

Mau jungkir balik dengan daya upaya apapun, sangat sulit bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Papua Barat untuk bisa bersaing di level nasional, bila faktor penghambat utamanya tak bisa dicarikan solusinya.

Apa itu? Mahalnya ongkos kirim.

Produk keripik sukun misalnya yang harganya Rp20 ribu per bungkus di Manokwari, tapi ongkos kirimnya ke Jakarta Rp100 ribu, jelas tak bisa bersaing dengan produk sama dari Jawa Tengah yang dijual 30 ribu per bungkus tapi ongkos kirimnya hanya Rp25 ribu.

Faktor ini jadi perhatian Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua Barat dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Hotel Aston Niu, Jumat (7/12/2018).

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat, Donny Heatubun, pun mengajak semua pihak untuk bersama membahas persoalan ini, agar produk-produk UMKM Papua Barat bisa kompetitif dengan produk-produk serupa dari daerah lain di Indonesia.

“Akan kita bicarakan, apa main volume atau warehouse yang kalau tercapai (volumenya) bisa ongkos kirim turun. Ini harus sama-sama kita upayakan supaya perekonomian Papua Barat lebih baik,” ajak Heatubun dalam pertemuan yang dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Drs Muhammad Akabar Tawakal SAG itu..

Ada yang punya usul bagaimana menurunkan ongkos kirim barang dari Papua Barat ke Pulau Jawa dan Sumatra?(dixie)